Mudzakir, Abdilah (2026) Strategi Pengembangan Agribisnis Ikan Gurami di Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember. Masters thesis, Politeknik Negeri Jember.
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB 1.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (671kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (534kB) |
|
|
Text (Abstract)
Abstract.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (591kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap Abdi.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Indonesia saat ini diarahkan untuk mendukung visi nasional “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045” sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2025–2029. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengimplementasikannya melalui program prioritas, salah satunya pembangunan Kampung Perikanan Budidaya Merah Putih, yang bertujuan meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha budidaya berbasis kawasan. Kampung perikanan budidaya merupakan kawasan berbasis komoditas unggulan yang menerapkan prinsip integrasi mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran, serta memberdayakan masyarakat sebagai pelaku utama. Konsep ini sejalan dengan sistem agribisnis yang mencakup keterpaduan seluruh rantai nilai dari hulu hingga hilir. Pengembangan agribisnis memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian daerah melalui pemanfaatan keunggulan sumber daya lokal, peningkatan nilai tambah, serta penyediaan lapangan kerja. Pada era otonomi daerah, pendekatan endogenous development menjadi penting untuk mengidentifikasi dan mengoptimalkan sektor unggulan yang memiliki keterkaitan kuat ke depan dan ke belakang dalam sistem ekonomi wilayah. Dalam konteks sektor perikanan budidaya, pengembangan kawasan dilakukan berdasarkan potensi sumber daya alam, sarana prasarana, dan kesiapan sosial ekonomi masyarakat sesuai Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2017, dan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 55 Tahun 2020. Kabupaten Jember merupakan salah satu sentra ikan air tawar di Jawa Timur yang memiliki keunggulan komoditas ikan gurami. Komoditas ini memiliki nilai ekonomi tinggi serta permintaan pasar yang stabil, didukung karakteristik daging yang digemari masyarakat. Kontribusi Kecamatan Umbulsari sebagai salah satu penyumbang utama produksi ikan gurami menunjukkan posisi strategis dalam sistem agribisnis perikanan budidaya di Kabupaten Jember. Data tahun 2020–2024 menunjukkan bahwa kontribusi produksi ikan gurami di Kecamatan Umbulsari rata-rata mencapai 16,59% terhadap total produksi di Kabupaten Jember, dengan tren produksi meningkat setiap tahunnya. Selain kuat pada sisi produksi, Kecamatan Umbulsari memiliki keragaman usaha yang mendukung rantai pasok ikan gurami, seperti pembenihan, pendederan, pembesaran, penyediaan sarana produksi, hingga usaha kuliner berbasis ikan gurami. Keunggulan tersebut mendapat perhatian dari berbagai pihak, terbukti dengan penetapan Dusun Jatisongo, Desa Tegalwangi sebagai Kampung Gurami pada tahun 2021, oleh Bupati Jember. Namun, capaian tersebut belum sepenuhnya mencerminkan keberhasilan dalam meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan pelaku usaha. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa pelaku usaha masih menghadapi berbagai kendala mulai dari tingginya biaya pakan, ketidakstabilan harga jual, keterbatasan akses permodalan, literasi keuangan, kapasitas sumber daya manusia, resiko hama penyakit, kelembagaan yang belum bankable, hingga minimnya pendampingan dan masih lemahnya implementasi program pemerintah. Permasalahan ini selaras dengan isu strategis dalam pengembangan perikanan budidaya nasional yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 15 Tahun 2024. Di sisi lain, dukungan program kebijakan melalui pengembangan budidaya berbasis agribisnis seperti kampung perikanan budidaya diharapkan mampu mengatasi masalah tersebut, melalui sinergi hulu–hilir serta penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat. Namun pada level implementasi di Kecamatan Umbulsari, konsep tersebut belum berjalan optimal walaupun Dusun Jatisongo Desa Tegalwangi Kecamatan Umbulsari telah ditetapkan sebagai Kampung Gurami. Sebagian besar penelitian terdahulu lebih berfokus pada aspek teknis yang bersifat parsial, sementara kajian menyeluruh terkait pengembangan agribisnis masih terbatas. Dengan demikian, terdapat kesenjangan riset berupa belum adanya kajian strategis yang mendeskripsikan karakteristik agribisnis ikan gurami dan merumuskan strategi pengembangan berbasis potensi lokal. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal dalam pengembangan agribisnis ikan gurami serta menyusun strategi yang dapat menjadi rekomendasi bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan agribisnis ikan gurami yang berdaya saing dan berkelanjutan di Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik agribisnis ikan gurami di Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember, yang dilanjutkan dengan identifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangannya, serta merumuskan strategi pengembangan agribisnis. Penelitian ini diharapkan berkontribusi dalam memberikan rekomendasi strategis yang dapat diimplementasikan oleh para pembudidaya ikan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan pengembangan usaha. Selain itu, hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh pemerintah dalam penyusunan program prioritas yang lebih terarah terhadap pembangunan agribisnis ikan gurami.. Secara akademik, penelitian ini memperkaya kajian ilmiah dalam pengembangan sistem agribisnis ikan gurami yang berdampak pada daya saing usaha, serta menjadi rujukan bagi penelitian selanjutnya yang menekankan pendekatan terintegrasi dalam penguatan rantai nilai komoditas perikanan air tawar di Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menganalisis karakteristik serta merumuskan strategi pengembangan agribisnis ikan gurami di Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember. Metode ini dipilih dalam rangka memperoleh pemahaman mendalam mengenai fenomena sosial dan sistem agribisnis yang berkembang di lokasi secara alami, dimana peneliti berperan sebagai instrumen utama dalam pengumpulan dan interpretasi data. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember, yang dipilih secara purposive dengan pertimbangan bahwa lokasi ini merupakan sentra produksi ikan gurami dan telah ditetapkan sebagai Kampung Gurami. Pengumpulan data dilakukan pada Juni–September 2025. Analisis dilakukan secara bertahap dengan tiga metode utama yang saling berkaitan: 1) analisis statistik deskriptif, digunakan untuk memetakan karakteristik agribisnis ikan gurami berdasarkan data primer dan sekunder melalui tabulasi, grafik, dan interpretasi pola data untuk memperoleh gambaran faktual aspek hulu–hilir; 2) analisis Strengths Weaknesses Opportunities Threats (SWOT), digunakan untuk memetakan faktor strategis internal dan eksternal serta menentukan posisi agribisnis dalam matriks strategi, dengan tahapan identifikasi kekuatan–kelemahan dan peluang–ancaman, penyusunan Matriks Internal - External Factor Evaluation (IFE-EFE, penentuan posisi agribisnis melalui Matriks Internal-Eksternal (IE), dan perumusan alternatif strategi pengembangan; serta 3) analisis Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM), digunakan untuk menentukan prioritas strategi melalui penilaian objektif nilai daya tarik (attractiveness score) berdasarkan signifikansi tiap faktor strategis. Output berupa Total Attractiveness Score (TAS) sebagai dasar pengambilan keputusan kebijakan dalam pengembangan agribisnis ikan gurami. Variabel penelitian terbagi menjadi dua kelompok: 1) variabel deskriptif, mencakup aspek sumber daya, produksi, teknologi, keuangan, kelembagaan, pasar, dan infrastruktur, sebagai indikator karakteristik agribisnis ikan gurami; dan 2) variabel strategi, berupa faktor internal (kekuatan–kelemahan) dan eksternal (peluang–ancaman) yang mempengaruhi pengembangan agribisnis ikan gurami. Identifikasi variabel strategi menjadi dasar perumusan strategi berbasis Strengths Weaknesses Opportunities Threats (SWOT) dan prioritas strategi melalui Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Data yang digunakan terdiri atas: a) data primer, melalui wawancara mendalam dengan bantuan kuesioner, observasi langsung pada unit usaha, dan dokumentasi pendukung; serta b) data sekunder, diperoleh dari literatur buku, jurnal ilmiah, data statistik dari pemerintah, dan dokumen kelembagaan terkait. Penentuan narasumber dilakukan secara purposive dan snowball sampling, dengan kriteria pelaku usaha yang menekuni usaha budidaya ikan gurami ikan gurami minimal 5 tahun, domisili usaha di Kecamatan Umbulsari, memiliki waktu dan kemauan berpartisipasi, serta memberikan informasi objektif sesuai kondisi lapang. Narasumber terdiri dari: 1) pembudidaya ikan gurami di Kecamatan Umbulsari, untuk analisis statistik deskriptif; 2) tokoh masyarakat sekaligus pelaku usaha, untuk analisis Strengths Weaknesses Opportunities Threats (SWOT); dan 3) pakar yang berlatar belakang dosen bidang agribisnis dan penyuluh perikanan, untuk analisis Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Prosedur yang digunakan mengikuti tiga teknik utama, yaitu: 1) observasi, untuk memvalidasi kondisi aktual usaha dan lingkungan usaha; 2) wawancara mendalam, untuk menggali persepsi, pengalaman, dan interpretasi narasumber terhadap kegiatan agribisnis ikan gurami dan pengembangannya; dan 3) studi dokumentasi, sebagai penguat validitas data dalam triangulasi sumber. Penelitian ini menyimpulkan bahwa agribisnis ikan gurami di Kecamatan Umbulsari memiliki potensi pengembangan yang kuat dari sisi sumber daya, pasar dan dukungan infrastruktur. Disisi lain, pengelolaan usaha masih bersifat tradisional dengan keterbatasan adopsi teknologi budidaya, lemahnya penerapan biosecurity, dan belum tersedianya sertifikasi mutu sehingga kualitas produk belum terstandar. Secara ekonomi, usaha gurami layak dikembangkan, tetapi efisiensi pakan dan rendahnya literasi keuangan menjadi kendala bagi peningkatan profitabilitas dan akses pembiayaan. Selain itu, kelembagaan kelompok belum berfungsi optimal dalam memperkuat posisi tawar dan akses pasar, yang masih didominasi pedagang dalam struktur pasar oligopsoni. Infrastruktur di lokasi pada umumnya mendukung, namun inovasi pakan alternatif dan fasilitas pascapanen masih perlu diperkuat untuk menjaga keberlanjutan usaha. Analisis faktor internal dan eksternal menunjukkan bahwa agribisnis ikan gurami berada dalam kategori sedang, dimana kekuatan utama terletak pada ketersediaan air yang memadai sepanjang tahun, sedangkan kelemahan dominan adalah keterbatasan akses teknologi. Peluang terbesar berasal dari potensi pemanfaatan pakan non-komersial, sementara ancaman utama adalah kenaikan harga pakan. Hasil pemetaan Matriks Internal-Eksternal (IE) menempatkan agribisnis ikan gurami pada strategi hold and maintain, yang mengarah pada penetrasi pasar dan pengembangan produk dalam rangka peningkatan daya saing usaha. Sembilan strategi alternatif pada matriks Strengths Weaknesses Opportunities Threats (SWOT) menekankan optimalisasi sumber daya lokal, penguatan kelembagaan, peningkatan efisiensi usaha, dan pemanfaatan teknologi untuk memperkuat rantai nilai. Melalui analisis Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM), ditetapkan tiga strategi prioritas yang paling menarik untuk diimplementasikan, yaitu: (1) optimalisasi sumber daya untuk meningkatkan kapasitas produksi dengan dukungan pembiayaan dan kemitraan; (2) penguatan kelembagaan kelompok guna mendorong efisiensi pakan dan akses sumber permodalan; dan (3) pengembangan diversifikasi produk olahan untuk meningkatkan nilai tambah dan perluasan pasar. Implementasi terintegrasi dari strategi hulu ke hilir tersebut menjadi langkah penting untuk menjadikan agribisnis ikan gurami di Kecamatan Umbulsari lebih kompetitif dan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika pasar dan peningkatan kebutuhan pangan berbasis ikan.
| Item Type: | Thesis (Masters) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Uncontrolled Keywords: | agribisnis ikan gurami, strategi pengembangan, analisis statistik deskriptif, SWOT, QSPM, Kecamatan Umbulsari | |||||||||
| Subjects: | 200 - Rumpun Ilmu Hewani > 230 - Ilmu Perikanan > 231 - Sosial Ekonomi Perikanan | |||||||||
| Divisions: | Perpustakaan > Tugas Akhir > Pasca Sarjana | |||||||||
| Depositing User: | Abdilah Mudzakir | |||||||||
| Date Deposited: | 20 Jan 2026 03:39 | |||||||||
| Last Modified: | 20 Jan 2026 03:39 | |||||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/51580 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
