Geba, Satra Maulana (2025) Pengaruh Co - Firing Batubara Dengan Sawdust (Serbuk Gergaji) Terhadap Nilai Heat Rate Boiler Pada Pltu Paiton Unit 9 Pt Pln Nusantara Power. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (8kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (19kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (6kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Kebijakan Energi Nasional (KEN) menargetkan peningkatan EBT dalam lingkup nasional, dengan target 23% pada tahun 2025 dan 31% pada tahun 2050. Co-firing merupakan rencana substitusi batubara pada rasio tertentu dengan sawdust (serbuk gergaji). Pada tahun 2024, diperkirakan kapasitas total co-firing pada PLTU PLN mencapai 18 GW. Rencana co-firing ditujukan untuk mendukung pengembangan EBT di Indonesia. Dengan menerapkan co-firing, pemanfaatan EBT dapat dilaksanakan secara cepat tanpa perlu adanya pembangunan pembangkit baru. Co-firing adalah metode pembakaran antara dua jenis bahan bakar, yaitu batu bara dan biomassa, dalam satu sistem pembangkit. Teknologi ini digunakan sebagai salah satu upaya transisi energi menuju pemanfaatan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.Pada sistem Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), co-firing dilakukan dengan cara menambahkan biomassa ke dalam proses pembakaran batu bara. Co-firing menggunakan campuran batubara dan sawdust menghasilkan nilai heat rate yang cenderung meningkat dibandingkan dengan penggunaan batu bara murni. Hal ini menunjukkan bahwa proses pembakaran dengan campuran biomassa (sawdust) menyebabkan penurunan efisiensi boiler. Meskipun efisiensi menurun, penerapan co-firing tetap memberikan kontribusi terhadap pengurangan penggunaan batu bara dan mendukung program energi baru terbarukan (EBT) nasional. Co-firing menghasilkan heat rate yang lebih tinggi dibandingkan full coal, namun memiliki keunggulan dalam aspek lingkungan karena dapat menurunkan emisi karbon dan membantu pencapaian target bauran energi EBT 23% pada tahun 2025
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | PLTU, SAWDUST, BATU BARA, MILL, HEAT RATE, C0-FIRING | ||||||
| Subjects: | 410 - Rumpun Ilmu Teknik > 430 - Ilmu Keteknikan Industri > 431 - Teknik Mesin (dan Ilmu Permesinan Lain) 410 - Rumpun Ilmu Teknik > 430 - Ilmu Keteknikan Industri > 445 - Teknik Material (Ilmu Bahan) 410 - Rumpun Ilmu Teknik > 450 - Teknik Elektro dan Informatika > 451 - Teknik Elektro 410 - Rumpun Ilmu Teknik > 450 - Teknik Elektro dan Informatika > 455 - Teknik Kendali (atau Instrumentasi dan Kontrol) |
||||||
| Divisions: | Jurusan Teknik > Prodi D4 Teknik Energi Terbarukan > PKL | ||||||
| Depositing User: | Satria Maulana Geba | ||||||
| Date Deposited: | 13 Jan 2026 07:33 | ||||||
| Last Modified: | 13 Jan 2026 07:34 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/50975 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
