Tilaar, Alpen Salmon Wicaksono (2025) Preventive Maintenance Crane Link Belt 100 Ton di PT. Dok Pantai Lamongan. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (728kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (1MB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (300kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (23MB) | Request a copy |
Abstract
Crane merupakan salah satu alat berat yang memiliki peran penting dalam kegiatan pengangkatan dan pemindahan material berkapasitas besar. Kinerja crane sangat bergantung pada kondisi sistem mekanis, hidrolik, kelistrikan, serta komponen pendukung lainnya sehingga diperlukan perawatan yang teratur untuk menjaga keamanan dan efisiensi kerja. PT. DOK Pantai Lamongan (PT. DPL) menggunakan Crane Link Belt 100 Ton untuk mendukung aktivitas pengangkatan dalam proses perbaikan kapal. Agar crane dapat beroperasi dengan optimal dan tidak mengalami kerusakan mendadak, penerapan preventive maintenance menjadi bagian penting dalam menunjang kelancaran operasional di lapangan. Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis, preventive maintenance pada Crane Link Belt 100 Ton dilakukan berdasarkan interval 250 jam kerja, meliputi pemeriksaan filter udara, filter solar, filter oli, serta penggantian oli mesin dan oli gardan. Perawatan sistem pendinginan juga dilakukan melalui pengecekan radiator dan level coolant untuk menjaga temperatur mesin tetap stabil. Selain itu, inspeksi pada sistem elektrik seperti baterai, penerangan, horn, dan kunci kontak menjadi langkah krusial untuk memastikan keselamatan operator. Komponen struktural crane seperti hook, boom, wire rope, dan hydraulic jack turut diperiksa guna menjaga kemampuan angkat dan stabilitas crane selama operasional. Seluruh tahapan perawatan ini dilakukan sesuai standar pabrikan dan kebutuhan operasional di PT. DPL. Hasil evaluasi preventive maintenance menunjukkan bahwa perawatan yang dilakukan secara berkala mampu menjaga performa crane tetap optimal, memperpanjang umur komponen, serta meminimalkan risiko kerusakan mendadak yang dapat menghambat proses kerja. Selain meningkatkan keandalan unit, preventive maintenance juga berdampak positif pada keselamatan kerja dan efisiensi operasional. Berdasarkan kesimpulan dan saran, pemeliharaan rutin perlu dilakukan secara konsisten disertai penerapan K3 agar Crane Link Belt 100 Ton selalu berada dalam kondisi layak pakai dan mampu mendukung kegiatan perbaikan kapal di PT. DOK Pantai Lamongan.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | Preventive Maintenance, Crane | ||||||
| Subjects: | 410 - Rumpun Ilmu Teknik > 430 - Ilmu Keteknikan Industri > 431 - Teknik Mesin (dan Ilmu Permesinan Lain) 410 - Rumpun Ilmu Teknik > 430 - Ilmu Keteknikan Industri > 435 - Teknik Industri |
||||||
| Divisions: | Jurusan Teknik > Prodi D4 Mesin Otomotif > PKL | ||||||
| Depositing User: | Alpen Salmon Wicaksono Tilaar | ||||||
| Date Deposited: | 12 Jan 2026 08:22 | ||||||
| Last Modified: | 12 Jan 2026 08:23 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/50736 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
