Adrian, Muhammad Mahbub (2025) Penerapan Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Divisi Instalasi Pengeloaan Air Limbah (IPAL) Di PGT Rejowinangun Trenggalek. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (92kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (155kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (121kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap MAHBUB...pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Program magang merupakan bagian esensial dalam sistem pendidikan vokasional di Politeknik Negeri Jember. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diberi kesempatan untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung serta mempraktikkan keterampilan dan pengetahuan yang telah dipelajari selama mengikuti perkuliahan. Politeknik Negeri Jember menekankan pentingnya keterpaduan antara teori dan praktik, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara akademis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya di dunia industri. Pada pelaksanaan magang ini, Divisi Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Pabrik Gondorukem dan Terpentin Rejowinangun dipilih sebagai lokasi utama karena karakteristik pekerjaannya yang memiliki tingkat risiko keselamatan cukup tinggi. Divisi tersebut menangani proses pengolahan limbah cair melalui penggunaan bahan kimia, peralatan teknis, serta aktivitas operasional yang membutuhkan kehati-hatian dan kepatuhan terhadap standar keselamatan. Kondisi ini menjadikan pemahaman mengenai penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sangat krusial bagi mahasiswa magang. Secara lebih spesifik, kegiatan magang bertujuan untuk mempelajari penerapan sistem K3 di Divisi IPAL, mengidentifikasi berbagai kendala atau ketidaksesuaian yang terjadi selama proses operasional, serta menyusun solusi dan rekomendasi yang dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaannya. Melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi, ditemukan bahwa penerapan K3 pada divisi tersebut telah berjalan, namun masih terdapat beberapa kekurangan yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Berdasarkan hasil analisis menggunakan diagram Ishikawa, hambatan dalam implementasi K3 berasal dari tiga aspek utama, yaitu lingkungan, manusia, dan peralatan. Pada aspek lingkungan, ditemukan bahwa area kerja belum memiliki kotak P3K sebagai fasilitas pertolongan pertama dan belum dipasang pembatas di sekitar bak limbah yang berfungsi mencegah risiko pekerja terjatuh atau terpeleset. Kondisi ini mengindikasikan bahwa sarana penunjang keselamatan masih belum memadai dan perlu segera ditingkatkan. Dari aspek manusia, permasalahan yang muncul berkaitan dengan kondisi kesehatan pekerja yang tidak selalu prima. Faktor-faktor seperti kelelahan, kurang tidur, atau ketidaksiapan fisik dapat menurunkan konsentrasi dan kewaspadaan, sehingga meningkatkan peluang terjadinya kecelakaan kerja. Hal ini menegaskan bahwa kesehatan pekerja harus dipantau secara rutin mengingat pekerjaan di divisi tersebut memiliki risiko yang cukup tinggi. Sementara itu, pada aspek peralatan, ditemukan bahwa belum tersedia sistem alarm atau peringatan dini untuk mengidentifikasi kebocoran limbah, tumpahan bahan kimia, maupun bahaya kebakaran. Ketiadaan alat deteksi ini dapat menghambat kecepatan respons terhadap situasi darurat sehingga meningkatkan risiko kecelakaan dan kerusakan fasilitas. Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, beberapa rekomendasi dirumuskan untuk meningkatkan efektivitas penerapan K3. Pada aspek lingkungan, perusahaan perlu menyediakan kotak P3K di area-area penting serta memasang pembatas atau pagar keselamatan di sekitar bak limbah guna meminimalkan potensi kecelakaan. Pada aspek manusia, disarankan dilakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin serta memberikan pelatihan mengenai prosedur keselamatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan pekerja. Pada aspek peralatan, perusahaan dianjurkan memasang sistem alarm dan sensor otomatis yang dapat mendeteksi kebocoran atau potensi kebakaran dengan cepat. Selain itu, pengecekan, perawatan, dan kalibrasi peralatan secara berkala juga sangat penting untuk memastikan seluruh fasilitas bekerja secara optimal dan aman. Dengan penerapan rekomendasi tersebut, diharapkan implementasi K3 di Divisi IPAL dapat berjalan lebih efektif sehingga mampu menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | PGT Rejowinangun | ||||||
| Subjects: | 550 - Rumpun Ilmu Ekonomi > 570 - Ilmu Manajemen > 571 - Manajemen 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 352 - Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Kesehatan Kerja; Hiperkes) |
||||||
| Divisions: | Jurusan Manajemen Agribisnis > Prodi D4 Manajemen Agroindustri > PKL | ||||||
| Depositing User: | Muhammad Mahbub Adrian Ar | ||||||
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 08:29 | ||||||
| Last Modified: | 05 Aug 2026 08:30 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/50722 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
