Ariska, Lutviyah (2014) Lutviyah Ariska, Hukum Dan Etika Profesi Di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya; Dibimbing oleh Dahlia Indah Amareta, S. KM., M. Gizi. Undergraduate thesis, Politeknik Negeri Jember.
|
Text (Halaman Abstrak)
8. HALAMAN ABSTRAK.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (85kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
13. BAB 1. PENDAHULUAN.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (166kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
18. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (85kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
19. LAPORAN LENGKAP.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Rekam medis merupakan bukti tertulis tentang proses pelayanan yang diberikan oleh dokter dan tenaga medis lainnya, kepada pasien yang harus dipelihara kerahasiaannya. Mengingat pentingnya dokumentasi rekam medis seorang pasien, baik bagi dokter, perawat ataupun pihak lainnya, maka rekam medis harus dapat dipertanggung jawabkan oleh rumah sakit secara moral dan hukum agar terjaga kerahasiaannya yang diatur dalam PP No. 10 tahun 1966 yaitu wajib simpan rahasia kedokteran. Rekam medis juga dapat dijadikan sebagai bukti dari segala tindakan yang dilakukan oleh dokter maupun tenaga medis yang memberikan pelayanan medis terhadap pasien.Tujuan umum dari praktik kerja lapang ini adalah mampu melakukan tugas dalam memberikan pelayanan rekam medis dan informasi kesehatan yang bermutu tinggi dengan memperhatikan perundangan dan etika profesi yang berlaku. Berdasarkan hasil observasi selama Praktek Kerja Lapang di RSU Haji Surabaya, pelaksanaan kebijakan rumah sakit mengenai keamanan dan kerahasiaan rekam medis kurang baik, karena berkas rekam medis dapat keluar masuk ruang penyimpanan dengan mudah, sedangkan prosedur pelepasan informasi kepada pasien maupun pihak ketiga secara umum sudah berjalan dengan baik. Sayarat-syarat tentang pelepasan informasi di RSU Haji Surabaya belum ada pembakuan yang sahmengenai syarat-syarat pelepsan informasi. Pelaksanaan informed consent di RSU Haji Surabaya masih belum memenuhi standar, karena masih banyak dokter yang tidak mengisikan nama terang dan tanda tangan di lembar informed consent pasien. Pelaksanaan pembuatan surat keterangan medis (SKM) secara keseluruhan sudah sesuai dengan standar dan peraturan yang berlaku. Pelaksaan hak-hak pasien terhadap dokumen rekam medis sudah dilaksanakan sesuai dengan prosedur.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Subjects: | 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > Sistem Informasi Kesehatan | ||||||
| Divisions: | Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan > Tugas Akhir | ||||||
| Depositing User: | Sri Supriyatiningsih | ||||||
| Date Deposited: | 02 Jan 2026 07:00 | ||||||
| Last Modified: | 02 Jan 2026 07:01 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/49374 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
