Manajemen Produksi Tanaman Tomat Cherry K-Smart Farm Di Balai Besar Pelatihan Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang

Maulana, Muhammad Harits (2024) Manajemen Produksi Tanaman Tomat Cherry K-Smart Farm Di Balai Besar Pelatihan Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (207kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (336kB)
[img] Text (Full Text)
D31210852_Laporan Lengkap.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (415kB)

Abstract

Magang merupakan suatu kegiatan yang dilakukan mahasiswa dalam upaya untuk memperoleh pengetahuan baru dan pengalaman praktek kerja. Adanya kegiatan magang di Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan Lawang, diharapkan dapat memberikan gambaran kepada mahasiswa tentang kondisi nyata yang ada dalam dunia pertanian dan memberikan kemampuan bagi mahasiswa dalam meningkatkan kompetensi yang ditempuh. Tujuan dari magang ini adalah agar mahasiswa mampu melaksanakan kegiatan kerja lapang pada suatu perusahaan ataupun instansi dan mampu membentuk sikap serta keterampilan kerja, khususnya pada bidang pelatihan pertanian khusunya yang berada di Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan Lawang. Metode yang digunakan dalam kegiatan Magang ini adalah dengan wawancara, pengamatan, evaluasi dan keterlibatan langsung dalam pelaksanaan pekerjaan. Balai Besar Pelatihan (BBPP) Ketindan Lawang merupakan salah satu instansi yang bergerak di bidang pertanian, dimana saat ini Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan juga merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bidang pelatihan pertanian, berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) yang secara teknis dibawah Pusat Penyuluhan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian. Manajemen produksi pada budidaya tanaman tomat cherry dilakukan berdasarkan Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC). Perencanaan meliputi perencanaan bahan baku, produk, persiapan media tanam, pemupukan, dan pemberian nutrisi yang optimal untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Dalam tahap ini, segala aspek kebutuhan budidaya dipertimbangkan secara mendetail, termasuk pemilihan bibit unggul dan penjadwalan siklus tanam yang tepat. Pengorganisasian dilakukan dengan menentukan struktur organisasi dan job desk sesuai bidang yang telah ditetapkan, memastikan setiap anggota tim memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas. Setiap posisi, mulai dari manajer produksi hingga pekerja lapangan, dilibatkan dalam proses ini untuk memastikan kelancaran operasional dan efisiensi kerja. Penggerakan (actuating) mencakup perencanaan proses budidaya dari penanaman, pemeliharaan tanaman, panen, hingga pasca panen. Pada tahap ini, berbagai aktivitas seperti penyiraman, pemangkasan, dan pemberian pupuk dilakukan sesuai jadwal yang telah ditentukan untuk memastikan tanaman mendapatkan perawatan yang optimal. Teknologi modern seperti sistem irigasi otomatis dan sensor lingkungan juga diterapkan untuk meningkatkan produktivitas dan konsistensi hasil panen. Tahap terakhir, yaitu pengendalian (controlling), bertujuan untuk menjaga kualitas dan kuantitas produk melalui pengontrolan tanaman. Proses ini melibatkan pemantauan rutin terhadap kondisi tanaman dan lingkungan, analisis data pertumbuhan, serta tindakan korektif jika ditemukan adanya penyimpangan dari standar yang ditetapkan. Permasalahan yang dihadapi meliputi serangan hama Thrips, penyakit embun tepung, busuk pantat (blossom end rot), dan buah retak (cracking fruit). Solusi untuk masalah tersebut termasuk pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) setiap minggu melalui penggunaan pestisida yang tepat dan ramah lingkungan, pemangkasan daun di bagian bawah untuk menjaga kelembapan, serta pengecekan suhu di greenhouse secara rutin. Selain itu, penerapan praktik budidaya yang baik dan penggunaan varietas tahan penyakit juga berkontribusi dalam mengurangi risiko permasalahan tersebut. Monitoring terus-menerus dan pelatihan bagi pekerja lapangan dalam mengenali gejala awal serangan hama dan penyakit menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan produksi tomat cherry yang berkualitas.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorMalika, Uyun ErmaNIDN0008018802
Uncontrolled Keywords: Manajemen Produksi Tanaman Tomat Cherry K-Smart Farm Di Balai Besar Pelatihan Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang
Subjects: 550 - Rumpun Ilmu Ekonomi > 570 - Ilmu Manajemen > 571 - Manajemen
Divisions: Jurusan Manajemen Agribisnis > Prodi D3 Manajemen Agribisnis > PKL
Depositing User: Muhammad Harits Maulana
Date Deposited: 11 Jul 2024 00:45
Last Modified: 11 Jul 2024 00:45
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/33900

Actions (login required)

View Item View Item