Analisis Faktor Penghambat Pelaksanaan Tracer di Rumah Sakit dr. Abdoer Rahem Situbondo

Rochayani, Bangun Arma Tri (2021) Analisis Faktor Penghambat Pelaksanaan Tracer di Rumah Sakit dr. Abdoer Rahem Situbondo. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
RINGKASAN.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (50kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB 1.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (123kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (184kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
LAPORAN LENGKAP(1).pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Ketentuan yang harus ditaati ditempat penyimpanan yaitu rekam medis tidak boleh keluar dari ruang rekam medis, tanpa tanda keluar atau kartu peminjaman rekam medis, peraturan ini tidak hanya berlaku bagi orang-orang diluar ruang rekam medis, tetapi juga bagi petugas rekam medis sendiri (Departemen Kesehatan RI, 2006). Tracer (outguide) adalah pengganti rekam medis yang dikeluarkan dari penyimpanan untuk tujuan apapun. Tracer berfungsi meningkatkan efisiensi dan akurasi dengan menunjukkan dimana rekam medis disimpan saat dikembalikan (IFHIMA,2012). Pimpinan sarana pelayanan kesehatan bertanggung jawab atas hilang, rusak, pemalsuan, pengunaan dan oleh orang atau badan yang tidak berhak terhadap rekam medis (Menkes RI, 2008). Rumah Sakit Umum Daerah dr. Abdoer Rahem Situbondo merupakan rumah sakit milik Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo yang secara resmi menjadi rumah sakit Type C. Rumah Sakit Umum Daerah dr. Abdoer Rahem Situbondo memiliki berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Masalah rata-rata kunjungan pasien rawat jalan di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. Dalam 3 bulan terakhir petugas harus mengambil dan menyimpan berkas rekam medis sebanyak 11.723. Dalam kegiatan penyimpanan rekam medis, petugas tidak menggunakan tracer untuk menandai berkas yang sedang keluar. Hasil penjelasan dari Kepala Unit Rekam di RSUD dr. Abdoer Rahem terdapat berkas yang missfile tidak ditemukan. Adanya anggapan bahwa penggunaan tracer akan menambah lama proses pelayanan rekam medis. Dalam laporan ini akan mencari faktor penghambat pelaksanaan tracer di RSUD dr.Abdoer Rahem Situbondo menggunakan unsur 5M yaitu Man, Method, Material, Money, Machine. Hasil dari faktor Man menyatakan rumah sakit memiliki jumlah petugas vi rekam medis sebanyak 36 Sumber Daya Manusia (SDM) dengan pendidikan terakhir D4 Rekam Medik, S1 Non Medis dan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang artinya unit rekam medis khususnya di bagian filling di RSUD dr.Abdoer Rahem Situbondo masih belum sesuai standart yang telah ditetapkan. Petugas filling kurang disiplin dalam bekerja, karena tidak menggunakan tracer sebagai kartu penanda berkas rekam medis yang sedang keluar. Disiplin kerja sangat penting dalam usaha untuk menjamin terpeliharanya tata tertib serta kelancaran pelaksanaan setiap tugas (Mahfuzah, 2016). Faktor Method menyatakan hasil wawancara dengan Kepala Unit Rekam Medis terkait SOP tentang tracer di RSUD dr.Abdoer Rahem Situbondo sudah ada. Tetapi tidak ada sosialisasi khusus terkait SOP tracer kepada petugas filling. Faktor Material menyatakan hasil wawancara tracer tidak digunakan, karena ada kesamaan warna tracer dengan map berkas rekam medis. Faktor Money menyatakan sudah adanya anggaran khusus bagian filling, untuk pengadaan biaya terkait penyediaan barang dikelola oleh bagian umum. Faktor Machine menyatakan menyatakan tidak ada fasilitas mesin pencetak tracer. Kesimpulan hasil dari pembahasan faktor Man yaitu pengetahuan petugas kurang terkait penggunaan tracer, serta masih ada petugas yang lulusan SMA. Kedisiplinan petugas yang kurang karena petugas tidak menggunakan tracer dalam menandai berkas rekam medis yang keluar. Faktor Method yaitu ada SOP terkait tracer tetapi tidak disosialisasikan khusus kepada petugas. Faktor Material yaitu Bahan yang digunakan untuk tracer yaitu kertas F4 tebal berwarna biru. Faktor Money yaitu Tidak terdapat masalah, dikarenakan telah terdapat adanya anggaran dana khusus bagian filling. Faktor Machine yaitu tidak terdapat fasilitas mesin pencetak tracer. Diharapkan laporan praktek kerja lapang ini dapat menjadi masukan bagi penyusun laporan selanjutnya, sehingga penyusunan laporan selanjutnya dapat melakukan penyusunan laporan lebih lanjut tentang analisis faktor penghambat tidak digunakannya tracer dengan observasi secara langsung dan menambah narasumber dengan hal tersebut analisis dapat dilakukan lebih mendalam.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorPrakoso, Bakhtiyar HadiNIDN0704048803
Subjects: 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 351 - Kesehatan Masyarakat
Divisions: Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan > PKL
Depositing User: Bangun Arma Tri Rochayani
Date Deposited: 22 Jul 2022 02:50
Last Modified: 25 Jul 2022 02:11
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/13689

Actions (login required)

View Item View Item