Kekuatan Shaft Circulating Water Pump Terhadap Beban Yang Diterima Di Pt Pjb Up Gresik

Prasetyo, Hilmi Rachmad (2021) Kekuatan Shaft Circulating Water Pump Terhadap Beban Yang Diterima Di Pt Pjb Up Gresik. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
RINGKASAN.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (250kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB 1 PENDAHULUAN.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (729kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (152kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
H42150705_LAPORAN LENGKAP.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

PT PJB UPHT Gresik adalah unit bisnis yang dibentuk oleh PJB untuk bergerak di bidang jasa pemeliharaan dan overhoul. PT PJB UPHT memiliki unitunit pemeliharaan yang berdampingan dengan masing-masing unit pembangkit, yaitu UP Gresik, UP Paiton, UP Brantas, UP Cirata, UP Muara karang, UP Muara tawar dan lain sebagainya. Salah satu peralatan unit pembangkit listrik yang dipelihara oleh UPHT adalah CWP (Circulating Water Pump). CWP berfungsi sebagai penyedia pasokan bagi air pendingin pada kondensor. Jenis dari pompa ini menurut alirannya adalah tipe mixed flow. Aliran air dari pompa CWP merupakan aliran sirkulasi dari laut dan kembali ke laut. Suplai air diambil dari intake kanal yang kemudian dialirkan ke area pit CWP untuk kemudian dipompa. Air laut yang sudah dipompa akan menyuplai kondensor dan heat exchanger (sebelumnya melewati Sea Water Booster Pump) yang kemudian alirannya kembali dialirkan ke laut. Overhoul pada CWP rutin dilakukan sesuai dengan yang telah dijadwalkan, yaitu tiap 16000 jam kerja. Salah satu komponen utama pada CWP adalah shaft, shaft berfungsi untuk menyalurkan daya dari motor CWP ke impeller yang bertujuan untuk memompa air laut. Shaft adalah komponen yang rawan terjadi kerusakan karena terus – menerus menerima beban. Maka dari itu penentuan material shaft harus benar – benar diperhitungkan, material yang digunakan adalah Stainless Steel 316 dengan spesifikasi Yield Strength 205 mPa. Untuk mengetahui penyebab terjadinya kerusakan shaft dilakukan perhitungan tegangan yang bekerja pada shaft, dari hasil perhitungan diketahui tegangan yang bekerja pada shaft sebesar 188,13 mPa, sehingga masih berada dibawah yield strength material (205 mPa), maka dapat disimpulkan bahwa penyebab kerusakan shaft bukan dari kegagalan desain melainkan akibat adanya faktor fatigue yang terjadi selama CWP beroperasi.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorPratama, Aditya WahyuNIDN0014067811
Uncontrolled Keywords: Kekuatan Shaft Circulating Water Pump Terhadap Beban Yang Diterima
Subjects: 410 - Rumpun Ilmu Teknik > 430 - Ilmu Keteknikan Industri > 431 - Teknik Mesin (dan Ilmu Permesinan Lain)
Divisions: Jurusan Teknik > Prodi D4 Mesin Otomotif > PKL
Depositing User: Hilmi Rachmad Prasetyo
Date Deposited: 04 Nov 2021 21:19
Last Modified: 04 Nov 2021 21:20
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/7699

Actions (login required)

View Item View Item