Mustika, Assyifa Itsnainia (2026) Perancangan Design Interface Sistem Retensi Dan Pemusnahan Rekam Medis Elektronik Dengan Metode Design Thinking Di RSUD Dr. Moewardi. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (225kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (657kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (191kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
Revisi Perbaikan Halaman Pengesahan.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (9MB) | Request a copy |
Abstract
Perkembangan teknologi informasi di bidang kesehatan mendorong fasilitas pelayanan kesehatan untuk menerapkan sistem informasi kesehatan berbasis elektronik, termasuk penyelenggaraan Rekam Medis Elektronik (RME). Berdasarkan PMK Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis, penyimpanan data RME di fasilitas pelayanan kesehatan dilakukan paling singkat 25 tahun sejak tanggal kunjungan terakhir pasien, sehingga diperlukan kegiatan retensi untuk mengelola rekam medis yang sudah tidak aktif digunakan. RSUD Dr. Moewardi telah menyelenggarakan pengelolaan rekam medis secara elektronik, namun berdasarkan hasil observasi dan wawancara, sistem informasi yang digunakan belum mendukung proses retensi dan pemusnahan RME secara otomatis. Proses retensi masih berfokus pada rekam medis manual dan dilakukan secara manual, termasuk proses pemilahan berdasarkan tanggal kunjungan terakhir, nilai guna, serta nilai hukum formulir. Selain itu, belum terdapat Standar Prosedur Operasional (SPO) yang secara khusus mengatur alur pelaksanaan retensi dan pemusnahan rekam medis. Kondisi tersebut menyebabkan proses retensi dan pemusnahan membutuhkan waktu lebih lama, meningkatkan beban kerja petugas, serta berpotensi menimbulkan kesalahan dalam proses pemilahan dan pengelolaan rekam medis. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan perancangan design interface Sistem Retensi dan Pemusnahan Rekam Medis Elektronik (SI-REMOE) menggunakan metode Design Thinking. Metode ini terdiri dari lima tahapan, yaitu Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Tahap Empathize dilakukan melalui observasi dan wawancara untuk mengetahui kebutuhan, kondisi, serta permasalahan pengguna. Tahap Define dilakukan dengan merumuskan permasalahan ke dalam user persona dan How Might We (HMW). Tahap Ideate dilakukan dengan mengembangkan berbagai gagasan solusi berdasarkan permasalahan dan kebutuhan pengguna. Tahap Prototype dilakukan dengan mewujudkan solusi ke dalam rancangan wireframe dan mock up. Tahap Test dilakukan dengan menguji prototype kepada pengguna untuk mengetahui tingkat usability serta memperoleh tanggapan dan masukan terhadap rancangan. Hasil perancangan menghasilkan prototype SI-REMOE yang dirancang berdasarkan delapan permasalahan pengguna dan diwujudkan menjadi delapan kelompok fitur, yaitu Rekam Medis Aktif, Rekam Medis Inaktif, Rekam Medis Abadi, Kandidat Pemusnahan, Pengajuan Pemusnahan, Berita Acara, Pemusnahan, dan Audit Trail Log. Sistem dirancang untuk membantu petugas dalam mengidentifikasi rekam medis yang telah memasuki masa retensi, melakukan pemilahan berdasarkan nilai guna, menentukan kandidat pemusnahan, mengajukan dan melakukan verifikasi pemusnahan, membuat berita acara, melaksanakan pemusnahan, serta mencatat aktivitas pengguna melalui audit trail. Pada tahap Testing, prototype SI-REMOE diuji menggunakan metode System Usability Scale (SUS) kepada lima responden. Hasil pengujian memperoleh nilai rata-rata SUS sebesar 93, yang termasuk dalam kategori Acceptable, adjective rating Best Imaginable, dan Grade A. Hasil tersebut menunjukkan bahwa prototype SI-REMOE memiliki tingkat usability yang sangat baik, dapat diterima oleh pengguna, serta memberikan tingkat kemudahan penggunaan yang tinggi. Hasil pengujian dengan nilai SUS sebesar 93 menunjukkan bahwa rancangan dapat diterima dan memiliki usability yang sangat baik. Saran yang diberikan meliputi pengembangan prototype menjadi sistem fungsional dengan memperhatikan integrasi SIMRS, penyesuaian alur dengan kebijakan rumah sakit, SOP dan regulasi yang berlaku, pelaksanaan uji coba secara terbatas, serta evaluasi dan pengembangan sistem secara berkala.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | Rekam Medis Elektronik, Retensi Rekam Medis, Pemusnahan Rekam Medis, Design Thinking, Design Interface, System Usability Scale (SUS). | ||||||
| Subjects: | 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 351 - Kesehatan Masyarakat 410 - Rumpun Ilmu Teknik > 450 - Teknik Elektro dan Informatika > 457 - Teknik Komputer 410 - Rumpun Ilmu Teknik > 450 - Teknik Elektro dan Informatika > 458 - Teknik Informatika 410 - Rumpun Ilmu Teknik > 450 - Teknik Elektro dan Informatika > 461 - Sistem Informasi 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > Sistem Informasi Kesehatan |
||||||
| Divisions: | Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan > PKL | ||||||
| Depositing User: | Assyifa Itsnainia Mustika | ||||||
| Date Deposited: | 29 Oct 2026 06:05 | ||||||
| Last Modified: | 29 Oct 2026 06:06 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/60948 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
