Manajemen Asuhan Gizi Pada Pasien Hiperglikemia, Infeksi Saluran Kemih (ISK), Pneumonia, Post Suction Nasal Hygiene (SNH), Hiponateremia, Ulkus Dekubitus Post Debrimen di RSUD Prof. Dr Margono Soekajo, Purwokerto Jawa Tengah

Qomariah, Rosa Dyandra Nur (2025) Manajemen Asuhan Gizi Pada Pasien Hiperglikemia, Infeksi Saluran Kemih (ISK), Pneumonia, Post Suction Nasal Hygiene (SNH), Hiponateremia, Ulkus Dekubitus Post Debrimen di RSUD Prof. Dr Margono Soekajo, Purwokerto Jawa Tengah. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
Laporan Kompre_HCU_Ringkasan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (6kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Laporan Kompre_HCU fiks_BAB 1.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (130kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Laporan Kompre_HCU fiks_Dafpus.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (123kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Rosa_Dyandra_N_Q_Laporan_Kompre_HCU_2026.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (551kB) | Request a copy

Abstract

Pasien Ny. K, perempuan berusia 76 tahun dengan riwayat Diabetes Mellitus tipe 2 selama 15 tahun, dirawat dengan diagnosis penurunan kesadaran post suction nasal hygiene (SNH), pneumonia, infeksi saluran kemih (ISK) dengan sepsis, ulkus dekubitus, serta ulkus pedis diabetikum. Kondisi ini diperberat oleh hiperglikemia dan gangguan keseimbangan elektrolit berupa hiponatremia. Hiperglikemia menyebabkan gangguan pada saraf perifer dan pembuluh darah yang berujung pada luka kronik serta peningkatan risiko infeksi. Selain itu, infeksi sistemik akibat pneumonia dan ISK memperparah ketidakseimbangan metabolik dan meningkatkan beban kerja sistem imun. Penilaian status gizi menggunakan MUST menunjukkan pasien berisiko tinggi mengalami malnutrisi meskipun hasil antropometri (IMT 20,83 kg/m²) masih dalam kategori normal. Terapi yang diberikan meliputi pengendalian infeksi, terapi insulin, perawatan luka, koreksi cairan dan elektrolit, serta pemberian nutrisi enteral bertahap dengan formula khusus diabetes. Pemantauan klinis menunjukkan perbaikan bertahap terhadap frekuensi nadi, laju napas, kesadaran, dan bunyi vesikuler paru, sehingga pasien dapat dipindahkan dari HCU ke ruang rawat inap. Kasus ini menegaskan pentingnya penatalaksanaan multidisiplin pada pasien diabetes dengan komplikasi infeksi dan ulkus, yang meliputi pengendalian kadar glukosa darah, pemberian terapi nutrisi yang tepat, serta perawatan luka secara intensif untuk mencegah amputasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorRatri, Putri RahayuNIDN0024108502
Uncontrolled Keywords: Asuhan Gizi Klinik Hiperglikemia Diabetes Mellitus Tipe 2 Infeksi Saluran Kemih Pneumonia
Subjects: 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 180 - Ilmu Sosiologi Pertanian > 182 - Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga
340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 354 - Ilmu Gizi
Divisions: Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Gizi Klinik > PKL
Depositing User: Rosa Dyandra Nur Qomariah
Date Deposited: 01 Sep 2026 00:34
Last Modified: 01 Sep 2026 00:34
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/60062

Actions (login required)

View Item View Item