Fiddaroin, Anisatul Azizah (2024) Asuhan Gizi Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) V,Hipertensi, Anemia Diruang Rawat Inap Baitul Izzah 1 Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (143kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (186kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (236kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap_Anisatul.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Magang Manajemen Asuhan Gizi Klinik dilaksanakan selama dua bulan, yaitu pada 15 September–09 November 2024 di RSI Sultan Agung Semarang, Jawa Tengah. Kegiatan ini menerapkan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) yang meliputi asesmen, diagnosis, intervensi, monitoring, dan evaluasi gizi. Salah satu kasus yang ditangani adalah pasien dewasa dengan Chronic Kidney Disease (CKD) disertai hipertensi dan anemia. Asuhan gizi dilakukan selama tiga hari melalui pemantauan asupan makan, kondisi klinis, hasil laboratorium, serta pemberian edukasi kepada pasien dan keluarga. Hasil asesmen menunjukkan status gizi kurang berdasarkan persentase Lingkar Lengan Atas (LiLA) sebesar 82%. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar hemoglobin dan hematokrit yang rendah akibat penurunan produksi eritropoietin pada CKD, serta peningkatan kadar ureum dan kreatinin yang mengindikasikan penurunan fungsi filtrasi ginjal. Berdasarkan hasil Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), pola makan pasien kurang bervariasi dan didominasi oleh telur sebagai sumber protein hewani karena keterbatasan ekonomi. Selain itu, pasien hanya mengonsumsi makanan sekitar dua kali sehari berupa bubur nasi akibat riwayat gangguan lambung yang menyebabkan mual dan muntah. Hasil recall 24 jam sebelum masuk rumah sakit menunjukkan asupan energi dan zat gizi yang sangat rendah. Monitoring selama intervensi menggunakan metode recall 24 jam dan Comstock menunjukkan adanya peningkatan asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat dari hari pertama hingga hari ketiga, meskipun belum mencapai target ≥90% kebutuhan. Pada hari pertama, rendahnya asupan dipengaruhi oleh kondisi pasien yang masih lemas, mual, dan muntah. Perbaikan kondisi klinis pada hari kedua meningkatkan nafsu makan pasien, dan pada hari ketiga terjadi peningkatan asupan yang lebih baik seiring berkurangnya keluhan lemas, mual, dan pusing. Asuhan gizi yang diberikan berperan dalam membantu perbaikan asupan makan dan mendukung pemulihan kondisi pasien selama masa perawatan. Kata kunci: Chronic Kidney Disease (CKD), hipertensi, anemia, asuhan gizi, PAGT, asupan makan.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | Asuhan Gizi Klinik, Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang | ||||||
| Subjects: | 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 351 - Kesehatan Masyarakat 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 353 - Kebijakan Kesehatan (dan Analis Kesehatan) 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 354 - Ilmu Gizi |
||||||
| Divisions: | Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Gizi Klinik > PKL | ||||||
| Depositing User: | Anisatul Azizah Fiddaroin | ||||||
| Date Deposited: | 15 Jun 2026 08:43 | ||||||
| Last Modified: | 15 Jun 2026 08:43 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/56369 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
