Anam, Ahmad Khoirul (2026) Pengaruh Penggunaan Koil Aftermarket Dan Standar Terhadap Performa Mesin Serta Emisi Gas Buang Pada Sepeda Motor 125 CC Konvensional. Undergraduate thesis, Politeknik Negeri Jember.
|
Text (Abstract)
Abstract.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (148kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (161kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (149kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan koil aftermarket dan koil standar terhadap performa mesin serta emisi gas buang pada sepeda motor 125 cc konvensional. Objek penelitian yang digunakan adalah sepeda motor Honda Supra X 125 cc tahun 2005 dengan sistem bahan bakar karburator. Variasi koil yang diuji terdiri dari koil standar pabrikan, koil aftermarket KTC, dan koil aftermarket Blue Thunder. Pengujian dilakukan menggunakan dynamometer chassis untuk mengetahui nilai torsi dan daya, serta gas analyzer untuk mengukur emisi gas buang berupa karbon monoksida (CO), hidrokarbon (HC), dan nitrogen oksida (NOx). Pengujian performa mesin dilakukan pada putaran 3000 rpm sampai 8000 rpm, sedangkan pengujian emisi dilakukan pada kondisi idle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan koil aftermarket memberikan peningkatan performa mesin dibandingkan koil standar. Koil aftermarket KTC menghasilkan performa terbaik dengan rata-rata torsi tertinggi sebesar 10,62 Nm pada 5000 rpm dan daya maksimum sebesar 8,64 Hp pada 7000 rpm. Koil aftermarket Blue Thunder menunjukkan hasil lebih baik dari koil standar yaitu rata-rata torsi maksimum 10,61 Nm pada 5000 rpm dan daya maksimum 8,46 Hp pada 7000 rpm, namun masih berada di bawah koil aftermarket KTC. Sementara itu, koil standar menghasilkan performa paling rendah dari kedua koil aftermarket pada 5000 rpm rata-rata nilai torsi maksimum sebesar 10,4 Nm dan daya maksimum 8,26 Hp pada 7000 rpm. Pada pengujian emisi gas buang, koil aftermarket juga menunjukkan hasil lebih baik dibanding koil standar. Koil aftermarket KTC menghasilkan emisi CO sebesar 0,25% dan HC sebesar 1626 ppm, sedangkan koil aftermarket Blue Thunder menghasilkan CO sebesar 0,36% dan HC sebesar 1926 ppm. Koil standar menghasilkan emisi tertinggi dengan CO sebesar 0,38% dan HC sebesar 3292 ppm. Nilai NOx pada seluruh variasi koil menunjukkan 0 mg/m³ pada kondisi idle. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan koil aftermarket, khususnya koil KTC, mampu meningkatkan kualitas sistem pengapian sehingga pembakaran menjadi lebih sempurna. Hal tersebut berdampak pada meningkatnya torsi dan daya mesin serta menurunnya kadar emisi gas buang. Kata kunci: Koil aftermarket, koil standar, performa mesin, torsi, daya, emisi gas buang.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Koil aftermarket, koil standar, performa mesin, torsi, daya, emisi gas buang. | ||||||
| Subjects: | 410 - Rumpun Ilmu Teknik > 430 - Ilmu Keteknikan Industri > 431 - Teknik Mesin (dan Ilmu Permesinan Lain) | ||||||
| Divisions: | Jurusan Teknik > Prodi D4 Mesin Otomotif > Tugas Akhir | ||||||
| Depositing User: | Ahmad Khoirul Anam | ||||||
| Date Deposited: | 04 Jun 2026 08:49 | ||||||
| Last Modified: | 04 Jun 2026 08:50 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/56143 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
