Maharani, Melati (2025) Proses Asuhan Gizi Terstandart (PAGT) Pada Pasien Anemia Gravis Suspect Autoimun Di Ruang ICUNV RSUD Dr. Soedono Provinsi Jawa Timur. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (RINGKASAN)
RINGKASAN.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (50kB) |
|
|
Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
BAB 1 PENDAHULUAN .pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (82kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (54kB) |
|
|
Text (LAPORAN LENGKAP)
LAPORAN LENGKAP.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (33MB) | Request a copy |
Abstract
Ny. K, perempuan usia 69 tahun, dirawat di RSUD dr. Soedono pada 18 Oktober 2025 dengan diagnosis anemia gravis suspek autoimun. Pasien datang dengan keluhan lemas, mual, dan tidak nafsu makan selama empat hari. Sebelum masuk rumah sakit, pasien hanya mampu mengonsumsi sekitar 3 sendok makan makanan setiap kali makan dan jarang mengonsumsi lauk karena kondisi gigi yang telah ompong. Hasil recall menunjukkan asupan sangat rendah, yaitu energi 254,60 kkal, protein 11,37 g, lemak 7,13 g, dan karbohidrat 36,46 g. Pemeriksaan laboratorium tanggal 19 Oktober 2025 menunjukkan Hb 2,5 g/dL, hematokrit 5,5%, eritrosit 0,46 ×10⁶/µL, serta MCV dan MCH meningkat yang mengarah pada anemia makrositik. Setelah mendapatkan terapi, termasuk transfusi darah, terjadi perbaikan dengan peningkatan Hb menjadi 9,5 g/dL dan eritrosit menjadi 3,15 ×10⁶/µL. Namun, leukosit meningkat menjadi 30,3 ×10³/µL dan limfosit menurun menjadi 6,0%, sehingga masih diperlukan pemantauan terhadap kemungkinan infeksi. Selama perawatan, kondisi klinis pasien membaik. Tekanan darah meningkat dari 91/31 mmHg menjadi 120/66 mmHg, frekuensi nadi dan pernapasan menjadi lebih stabil, suhu tubuh tetap normal, dan kesadaran selalu compos mentis. Keluhan lemas, mual, dan pucat berangsur berkurang disertai peningkatan nafsu makan. Hal tersebut tercermin dari meningkatnya asupan energi dari 1.028,40 kkal (51% kebutuhan) menjadi 1.804,83 kkal (89%), disertai peningkatan asupan protein, lemak, dan karbohidrat. Secara keseluruhan, pasien menunjukkan respons yang baik terhadap terapi medis dan intervensi gizi.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | anemia gravis, autoimun, asuhan gizi, PAGT, diet tinggi energi tinggi protein. | ||||||
| Subjects: | 260 - Rumpun Ilmu Kedokteran > 300 - Ilmu Kedokteran (Akademik) > 305 - Ilmu Kedokteran Umum 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 351 - Kesehatan Masyarakat 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 354 - Ilmu Gizi |
||||||
| Divisions: | Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Gizi Klinik > PKL | ||||||
| Depositing User: | Melati Putri Maharani | ||||||
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 01:49 | ||||||
| Last Modified: | 10 Aug 2026 02:48 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/56134 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
