Pemodelan kinetika dan analisis eksergi pada pengeringan biji kakao menggunakan food dehydrator

irfan, Ahmad Badi'ul (2026) Pemodelan kinetika dan analisis eksergi pada pengeringan biji kakao menggunakan food dehydrator. Undergraduate thesis, Politeknik Negeri Jember.

[img] Text (Abstract)
Abstract.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (203kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (204kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (180kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan komoditas perkebunan bernilai ekonomi tinggi yang bijinya menjadi bahan baku utama industri cokelat, dengan mutu yang sangat ditentukan oleh proses pengeringan pasca fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model matematika terbaik dalam merepresentasikan kinetika pengeringan biji kakao serta menganalisis efisiensi energi melalui pendekatan eksergi menggunakan food dehydrator pada suhu 50°C, 60°C, dan 70°C. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan pengamatan berat setiap 5 menit, serta analisis parameter kadar air, moisture ratio (MR), laju pengeringan, dan effective moisture diffusivity (Deff). Data dianalisis menggunakan tujuh model matematika yaitu Page, Lewis, Henderson–Pabis, Logarithmic, Flick’s, Yagcioglu, dan Modified Midili dengan kriteria evaluasi R², SSE, RMSE, AIC, dan BIC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pengeringan untuk mencapai kadar air akhir pada suhu 50°C adalah 310 menit, pada suhu 60°C adalah 205 menit, dan pada suhu 70°C adalah 175 menit. Model terbaik pada suhu 50°C adalah model Lewis, sedangkan pada suhu 60°C dan 70°C adalah model Henderson–Pabis yang memiliki nilai R² tinggi serta nilai SSE, RMSE, AIC, dan BIC terendah. Analisis eksergi menunjukkan bahwa pada suhu 50°C efisiensi sebesar 0,6950%, pada suhu 60°C sebesar 0,9387%, dan pada suhu 70°C sebesar 1,2037%, yang menunjukkan bahwa efisiensi meningkat seiring kenaikan suhu,dengan energi input masing-masing 7,8418 MJ, 5,3911 MJ, dan 4,4930 MJ, yang mengindikasikan bahwa suhu pengeringan yang lebih tinggi menghasilkan pemanfaatan energi yang lebih efisien meskipun secara umum nilai efisiensi masih tergolong rendah. Kata kunci: biji kakao, eksergi, food dehydrator, kinetika, pengeringan

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorHermanuadi, Didiek196106231988031002
Uncontrolled Keywords: biji kakao, eksergi, food dehydrator, kinetika, pengeringan
Subjects: 410 - Rumpun Ilmu Teknik > 430 - Ilmu Keteknikan Industri > 431 - Teknik Mesin (dan Ilmu Permesinan Lain)
410 - Rumpun Ilmu Teknik > 430 - Ilmu Keteknikan Industri > 435 - Teknik Industri
410 - Rumpun Ilmu Teknik > 430 - Ilmu Keteknikan Industri > 443 - Teknik Enerji
Divisions: Jurusan Teknologi Pertanian > Prodi D4 Teknologi Rekayasa Pangan > Tugas Akhir
Depositing User: Ahmad Badi'ul Irfan
Date Deposited: 22 Apr 2026 01:56
Last Modified: 22 Apr 2026 01:57
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/55559

Actions (login required)

View Item View Item