Pembenihan udang windu (panaeus monodon) dibalai besar perikanan budidaya air payau Jepara, Jawa Tengah

Raimah, Raimah (2016) Pembenihan udang windu (panaeus monodon) dibalai besar perikanan budidaya air payau Jepara, Jawa Tengah. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Abstrak)
06. ABSTRAK.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (87kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
14. BAB 1. PENDAHULUAN.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (226kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
18. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (168kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
20. LAPORAN LENGKAP.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

Budidaya laut merupakan salah satu usaha perikanan dengan cara pengembangan budidaya secara terbuka. Udang windu (Penaeus monodon) merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia dalam upaya menghasilkan devisa negara yang berasal dari kelompok non migas. Kondisi laut yang luas dan iklim tropis di Indonesia mendukung pertumbuhan dan perkembangan udang windu(Penaeus monodon). BBPBAP Jepara salah satu unit yang melaksanakan produksi benih udang windu yang berkualitas sehingga dapat membantu para petani tambak. Balai ini menyediakan atau mengembangkan sistem pembenihan tanpa mengurangi kuantitas dan kualitas produksi. Tujuan dari PKL ini adalah Menambah wawasan dan pengetahuan serta pemahaman teknik pembenihan udang windu (Paneus monodon). Metode yang digunakan di BBPBAP Jepara ialah orientasi yaitu mahasiswi diajak oleh pembimbing untuk mengenali tempat PKL, obeservasi yaitu mahasiswa mengikuti secara langsung kegiatan pembenihan. Induk yang digunakan berasal dari aceh. Pemeliharaan induk dilakukan selama pemijahan atau masa produksi berjalan. Hasil yang diperoleh dalam pembenihan udang windu yaitu mampu mengetahui induk yang baik dan penaganan induk sampai kematangan gonad, pengeluaran telur dan penetasan telur. Jumlah induk yang digunankan dalam sekali pengeluaran telur 6 induk betina dengan jumlah naplius 2.280.000.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorMahanani, Retno SariNIP197005072000032001
Subjects: 550 - Rumpun Ilmu Ekonomi > 570 - Ilmu Manajemen > 576 - Manajemen Industri
Divisions: Jurusan Manajemen Agribisnis > Prodi D4 Manajemen Agroindustri > PKL
Depositing User: Amalia Zakyah
Date Deposited: 31 Mar 2026 03:48
Last Modified: 31 Mar 2026 03:48
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/55187

Actions (login required)

View Item View Item