Z, Ahmad Iqbal Hasbi (2016) Lama Pengeringan dan Susut Berat Biji Kopi Robusta (Cofeea canephora var. Robusta) Pada Olah Kering Metode Pecah Kulit. Diploma thesis, Politeknik Negeri Jember.
|
Text (Abstrak)
6. ABSTRAK.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (152kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
12. BAB 1. PENDAHULUAN.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (165kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
17. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (86kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
22 .LAPORAN LENGKAP.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
Abstract
Kopi yang sudah dipetik harus sesegera mungkin dikeringkan agar tidak mengalami proses-proses kimia yang bisa menurunkan mutu kopi. Kebiasaan petani pada saat hulling dengan cara menumbuk harus segera dihilangkan karena dapat mengakibatkan banyak biji yang pecah. Sebagian besar kopi rakyat diolah secara kering selain mudah dikerjakan oleh petani-pekebun kopi rakyat tidak memerlukan alat dan fasilitas mahal dan sederhana cara pengerjaannya. Pemetikan dilakukan pada pagi dan digiling pada siang hari di hari pertama yaitu hari jum’at tanggal 12 Agustus 2016. Pembagian ulangan menjadi 5 ulangan dengan berat total buah kopi robusta gelondong 50 kg jadi setiap ulangan berisi 10 kg kopi glondong, buah kopi setelah dilakukan pemetikan sesegera mungkin untuk dilakukan penggilingan atau pulping agar buah tidak menimbulkan reaksi kimia sehingga dapat merubah cita rasa kopi, lalu jemur biji kopi diterik sinar matahari. Lakukan penjemuran secara alami dengan menggunakan panas sinar matahari. Di mulai pada jam 07.00 hingga 16.00 menggunakan alas karung beras dan tebal timbunan antara 5-8 cm dengan interval pembalikan tiap 2 jam sekali, sebenarnya dengan menggunakan alas karung beras ini kurang baik karena pada pagi hari di lahan penjemuran terdapat rumput yang basah karena embun jadi alas karung beras juga ikut basah pada bagian bawah sehingga menimbulkan kelembaban yang cukup tinggi pada bagian bawah. Pada susut berat biji kopi dilakukan perhitungan disetiap tahapnya agar dapat diketahui susut berat yang terjadi. Seperti halnya susut berat dari gelondong ke PK basah, dari PK basah ke PK kering, dari PK kering ke kopi pasar, dari PK basah ke kopi pasar, dari gelondong ke PK kering, namun yang umum untuk diketahui ialah susut berat dari gelondong ke kopi pasar. Untuk mengetahui susut berat yang terjadi disetiap tahapan olah kering metode pecah kulit maka perlu diketahui terlebih dahulu berat awal dan berat akhir setiap tahapan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Subjects: | 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 160 - Teknologi dalam Ilmu Tanaman > 162 - Teknologi Hasil Pertanian | ||||||
| Divisions: | Jurusan Produksi Pertanian > Prodi D3 Produksi Tanaman Perkebunan > Tugas Akhir | ||||||
| Depositing User: | Usman Efendi | ||||||
| Date Deposited: | 10 Feb 2026 03:43 | ||||||
| Last Modified: | 10 Feb 2026 03:44 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/53461 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
