Rohma, Elok Hufatul (2016) Pengaruh Kontaminasi Bacillus Cereus Pada Kwetiau Kering dan Kwetiau Basah Berbahan Dasar Pisang Kepok. Diploma thesis, Politeknik Negeri Jember.
|
Text (Abstrak)
6. ABSTRAK.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (88kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
14. BAB 1.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (198kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
19. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (194kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
21. LAPORAN LENGKAP.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Pisang merupakan jenis buah yang paling umum ditemui tidak hanya diperkotaan tetapi sampai ke pelosok desa. Ada berbagai jenis buah pisang salah satunya adalah pisang kepok. Pisang kepok merupakan jenis pisang olahan yang penting terutama pisang goreng dalam berbagai variasi, sangat cocok diolah menjadi kripik, buah dalam sirup, aneka olahan tradisional dan tepung. Untuk memanfaatkan gizi yang terkandung pada daging pisang, ketersediaan bahan baku yang melimpah dan dapat meningkatkan nilai ekonomis pada tepung pisang dilakukan penelitian pengolahan tepung pisang menjadi alternatif produk pangan baru yang sehat dan aman bagi kesehatan seperti kwetiau. Kwetiau kering dan kwetiau basah berbahan dasar pisang kepok merupakan produk inovasi pangan baru yang memanfaatkan ketersediaan buah pisang yang melimpah. Buah pisang kepok dapat diolah menjadi tepung pisang yang memiliki warna putih dan lebih menarik daripada pisang lainnya. Produk makanan ini ditujukan kepada konsumen yang mengurangi konsumsi beras sebagai bahan asli dari produk kwetiau. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Analisis Pangan Politeknik Negeri Jember. Metode yang digunakan adalah pada penelitian pendahuluan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok dan untuk penelitian lanjutan hanya mencari rerata dengan hasil retara kadar pati resisten nilai teringgi pada komposisi D dengan nilai 73,80% nilai terendah pada komposisi E 65,52 %. Uji tekstur nilai tertinggi pada komposisi C dengan nilai 14,86 %. Pada uji kontaminasi Bacillus cereus terhadap kwetiau basah didapatkan hasil bahwa semakin tinggi suhu penyimpanan terhadap produk maka mikrooranisme yang berkembang akan semakin banyak jumlahnya begitupun sebaliknya.
| Item Type: | Thesis (Diploma) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Subjects: | 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 160 - Teknologi dalam Ilmu Tanaman > 169 - Ilmu Pangan | ||||||
| Divisions: | Jurusan Produksi Pertanian > Prodi D4 Teknik Produksi Tanaman Pangan > Tugas Akhir | ||||||
| Depositing User: | Sri Supriyatiningsih | ||||||
| Date Deposited: | 06 Feb 2026 07:18 | ||||||
| Last Modified: | 06 Feb 2026 07:19 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/53322 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
