Asuhan Gizi Pasien dengan Diagnosis Abses Tyroid Pasca Debridement di Ruang Bima RSD K.R.M.T Wongsonegoro Kota Semarang

Dewi, Salsa Oktavia Kurnia (2025) Asuhan Gizi Pasien dengan Diagnosis Abses Tyroid Pasca Debridement di Ruang Bima RSD K.R.M.T Wongsonegoro Kota Semarang. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap_Salsa Oktavia Kurnia Dewi.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (857kB) | Request a copy
[img] Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (61kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (155kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (81kB)

Abstract

Asuhan Gizi Pasien dengan Diagnosis Abses Tiroid Pasca Debridement di Ruang Bima RSD K.R.M.T. Wongsonegoro Kota Semarang, Salsa Oktavia Kurnia Dewi. Nim G42221799 Tahun 2025 60 halaman., Program Studi Gizi Klinik, Jurusan Kesehatan, Politeknik Negeri Jember, Miftahul Jannah, S.Gz., M.Gizi dan Hera Pratiwi S.Gz. Pelaksanaan magang Manajemen Asuhan Gizi Klinik (MAGK) ini dilaksanakan selama 2 bulan mulai dari 30 September – 21 November 2025 pada pasien dengan diagnosis medis abses tiroid yang dirawat di Ruang Bima RSD K.R.M.T. Wongsonegoro Kota Semarang. Kegiatan magang bertujuan untuk memberikan asuhan gizi sesuai kondisi klinis pasien, menyusun intervensi gizi yang tepat, serta melakukan monitoring dan evaluasi terhadap respon pasien selama perawatan. Abses tiroid merupakan kondisi infeksi pada kelenjar tiroid yang ditandai dengan terbentuknya kumpulan nanah akibat invasi bakteri, sehingga menimbulkan nyeri, pembengkakan leher, dan gangguan menelan. Kondisi ini dapat meningkatkan kebutuhan energi dan protein serta menurunkan asupan makan, terutama pada pasien pasca tindakan debridement, sehingga diperlukan asuhan gizi yang tepat untuk mendukung proses penyembuhan dan pemulihan kondisi klinis pasien. Berdasarkan pemberian asuhan gizi pada pasien Tn. A dengan diagnosis medis abses tiroid pasca tindakan debridement abses regio colli. Status gizi pasien berdasarkan hasil pengkajian antropometri tergolong status gizi normal, namun pasien mengalami penurunan berat badan sekitar 3 kg dalam satu bulan terakhir. Diagnosa gizi yang ditegakkan meliputi asupan oral tidak adekuat, peningkatan kebutuhan energi dan protein, serta perubahan nilai laboratorium spesifik berupa anemia. Terapi diet yang diberikan adalah diet Tinggi Energi Tinggi Protein (TETP) dengan bentuk makanan nasi tim dan bubur. Kebutuhan zat gizi pasien ditetapkan sebesar energi 1.967,55 kkal, protein 98,37 gram, lemak 55 gram, dan karbohidrat 271 gram. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, pengukuran antropometri dilakukan pada awal asesmen, hasil biokimia menunjukkan kadar hemoglobin dan hematokrit masih di bawah normal serta leukosit meningkat, hasil fisik klinis menunjukkan tanda vital dalam batas normal dengan keluhan nyeri dan kesulitan menelan pasca operasi, serta hasil evaluasi asupan makan pasien mengalami peningkatan hingga mencapai ≥80% kebutuhan pada hari kedua perawatan, namun pada hari terakhir intervensi asupan kembali menurun akibat faktor organoleptik makanan dan preferensi pasien.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorJannah, MiftahulNIDN0328038904
Uncontrolled Keywords: Abses Tyroid, Asuhan Gizi Klinik
Subjects: 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 354 - Ilmu Gizi
Divisions: Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Gizi Klinik > PKL
Depositing User: Salsa Oktavia Kurnia Dewi
Date Deposited: 02 Feb 2026 08:28
Last Modified: 02 Feb 2026 08:29
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/52949

Actions (login required)

View Item View Item