Pembuatan Tepung Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) dengan Perlakuan Suhu Pengeringan dan Konsentrasi Natrium Metabisulfit

Winarsih, Tutik (2017) Pembuatan Tepung Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) dengan Perlakuan Suhu Pengeringan dan Konsentrasi Natrium Metabisulfit. Diploma thesis, Politeknik Negeri Jember.

[img] Text (Ringkasan)
7. RINGKASAN.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (139kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
13. BAB 1. PENDAHULUAN.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (94kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
18. DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (22kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
LAPORAN LENGKAP.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Jamur Tiram Putih merupakan salah satu tanaman yang memiliki kandungan nutisi cukup lengkap yaitu tinggi protein, rendah lemak serta kandungan serat pangan yang tinggi. Namun Jamur Tiram memiliki umur simpan pendek atau mudah mengalami kerusakan dikarenakan kandungan air yang tinggi. Jamur Tiram dapat diolah menjadi tepung agar dapat memperpanjang daya simpan Jamur Tiram. Pengeringan Jamur Tiram bertujuan untuk mengurangi kadar air yang ada didalam tubuh jamur. Penggunaan natrium metabisulfit yaitu untuk mengurangi pencoklatan atau mencerahkan warna pada tepung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kombinasi suhu dan konsentrasi natrium metabisulfit terhadap kualitas tepung Jamur Tiram Putih. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Analisis Pangan dan Laboratorium Pengolahan Politeknik Negeri Jember pada bulan Juli – Agustus 2016. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama adalah suhu pengeringan yang terdiri atas suhu 60 oC (A1) dan suhu 80 oC (A2). Faktor kedua adalah konsentrasi natrium metabisulfit yang terdiri atas 0% (B1), 0.1% (B2), dan 0.3% (B3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suhu pengeringan berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar protein, kadar serat kasar, Aw, WHC, dan warna (L, a, b, indeks putih). Sedangkan perlakuan konsentrasi natrium metabisulfit berpengaruh nyata terhadap kadar protein, kadar lemak, karbohidrat, WHC, indeks putih. Interaksi AB (perlakuan suhu pengeringan dan konsentrasi natrium metabisulfit) berpengaruh nyata terhadap kadar protein, kadar karbohidrat dan WHC. Tepung Jamur Tiram Putih dengan interaksi perlakuan suhu dan ix konsentrasi natrium metabisulfit terbaik adalah pada A1B1 yaitu suhu 60 oC dan konsentrasi natrium metabisulfit 0% dilihat dari sifat kimia dan sifat fisiknya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorWahyono, AgungNIP197312291998031001
Subjects: 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 160 - Teknologi dalam Ilmu Tanaman > 169 - Ilmu Pangan
Divisions: Jurusan Teknologi Pertanian > Prodi D3 Teknologi Industri Pangan > Tugas Akhir
Depositing User: Usman Efendi
Date Deposited: 26 Jan 2026 03:15
Last Modified: 26 Jan 2026 03:15
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/52367

Actions (login required)

View Item View Item