Manajemen Asuhan Gizi Klinik Pada Pasien Anak Dengan Diagnosa Bronchopneumonia Disertai Sepsis Dan Prolonged Fever Di Ruang Asoka Jingga Rsud Bangil Kabupaten Pasuruan

Salehfudin, Farah Annisa Puteri (2025) Manajemen Asuhan Gizi Klinik Pada Pasien Anak Dengan Diagnosa Bronchopneumonia Disertai Sepsis Dan Prolonged Fever Di Ruang Asoka Jingga Rsud Bangil Kabupaten Pasuruan. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
RINGKASAN.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (204kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB 1 PENDAHULUAN.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (374kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (201kB)
[img] Text (Laporan lengkap)
Laporan Kasus Besar Anak_Farah Annisa Puteri S_G42222754 (2).pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Bronchopneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan bagian bawah yang sering menyerang anak-anak dan dapat menyebabkan komplikasi berat apabila disertai sepsis. Kondisi ini menimbulkan gangguan sistem imun, demam, penurunan nafsu makan, serta peningkatan kebutuhan energi dan protein selama proses penyembuhan. Dalam keadaan seperti ini, asuhan gizi klinik yang tepat menjadi bagian penting untuk mempercepat pemulihan dan mencegah malnutrisi. Pasien adalah seorang anak laki-laki berusia enam tahun dengan keluhan demam selama satu minggu, batuk berdahak, pilek, dan nafsu makan menurun. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pasien mengalami status gizi kurang dengan nilai %BBI 88%. Hasil laboratorium menunjukkan tanda-tanda infeksi aktif berupa peningkatan kadar leukosit, neutrofil, monosit, dan trombosit. Pemeriksaan fisik juga menunjukkan demam (38℃), nadi 118 kali/menit, dan frekuensi napas 28 kali/menit. Pengkajian riwayat makan menunjukkan bahwa pasien memiliki pola konsumsi yang kurang beragam, jarang mengonsumsi protein hewani seperti daging dan ayam, serta asupan energi harian hanya mencapai 33,6% dari kebutuhan total. Berdasarkan temuan tersebut, diagnosis gizi yang ditegakkan antara lain asupan oral tidak adekuat, peningkatan kebutuhan energi dan protein, malnutrisi energi-protein, serta kurangnya pengetahuan gizi dari keluarga pasien. Intervensi gizi dilakukan dengan pemberian diet anak tinggi energi tinggi protein (TETP) disertai F100 DCW sebanyak 4×100 ml per hari untuk menambah asupan energi dan protein pasien. Edukasi gizi juga diberikan kepada orang tua mengenai pemilihan bahan makanan bergizi, pola makan seimbang, serta cara menyiapkan makanan yang menarik dan mudah diterima anak. Selain itu, dilakukan kolaborasi dengan dokter dan perawat untuk memastikan intervensi gizi berjalan seiring dengan terapi medis pasien. Monitoring dan evaluasi dilakukan setiap hari pada nafsu makan, kondisi klinis, serta asupan harian, sedangkan pengamatan terhadap perubahan berat badan dilakukan dua hari sekali. Setelah beberapa hari intervensi, kondisi pasien menunjukkan perbaikan klinis, ditandai dengan suhu tubuh yang kembali normal, peningkatan nafsu makan, dan peningkatan asupan energi serta protein hingga mendekati >80% dari kebutuhan gizi harian. Dari hasil pengamatan selama magang, dapat disimpulkan bahwa penerapan PAGT secara komprehensif mampu memperbaiki kondisi gizi walaupu tidak sesuai dengan target dan mendukung membantu kesembuhan pasien. Penatalaksanaan gizi yang melibatkan modifikasi diet dan edukasi keluarga dapat meningkatkan kepatuhan terhadap diet serta mempercepat pemulihan anak. Kegiatan magang ini juga memberikan manfaat akademik dan praktis bagi mahasiswa, yakni dalam hal kemampuan melakukan pengkajian gizi klinik, penentuan diagnosis gizi, penyusunan intervensi diet terapeutik, serta komunikasi edukatif kepada pasien dan keluarga. Secara keseluruhan, pelaksanaan manajemen asuhan gizi pada kasus ini menegaskan pentingnya peran ahli gizi dalam rumah sakit, khususnya dalam penanganan anak dengan penyakit infeksi. Dukungan intervensi gizi yang tepat tidak hanya membantu pemulihan kondisi klinis pasien, tetapi juga mencegah terjadinya malnutrisi dan komplikasi lebih lanjut.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorRusdiarti, RusdiartiNIDN0718088603
Uncontrolled Keywords: Bronchopneumonia, Sepsis dan Prolonged Fever
Subjects: 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 354 - Ilmu Gizi
Divisions: Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Gizi Klinik > PKL
Depositing User: Farah Annisa Puteri Salehfudin
Date Deposited: 28 Jan 2026 07:35
Last Modified: 28 Jan 2026 07:35
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/52185

Actions (login required)

View Item View Item