Dewi, Eka Rusma (2025) Asuhan Gizi Klinik Pada Pasien Anemia Trombositopenia Hematoschezia dengan riwayat penyakit Acute Myeloid Leukaemia di Bangsal Penyakit Dalam Ruang Asoka RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (6kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (304kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (123kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
Revisi Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Anemia trombositopenia dengan hematoschezia merupakan komplikasi hematologi yang sering terjadi pada pasien dengan riwayat Acute Myeloid Leukemia (AML). Kondisi ini menyebabkan risiko perdarahan, gangguan metabolik, dan penurunan status gizi akibat efek penyakit dan terapi. Pelaksanaan Manajemen Asuhan Gizi Klinik (MAGK) bertujuan meningkatkan status gizi pasien melalui tahapan pengkajian, diagnosis, intervensi, serta monitoring dan evaluasi sesuai standar praktik gizi klinik. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami anemia makrositik hipokromik dengan kadar hemoglobin, trombosit rendah, MCV tinggi, dan MCHC rendah disertai penurunan nafsu makan dan asupan yang tidak memenuhi kebutuhan energi dan protein. Pasien berisiko mengalami malnutrisi. Intervensi gizi dilakukan dengan pemberian diet tinggi energi tinggi protein (TETP) bentuk lunak untuk mempermudah pencernaan serta mencegah perdarahan saluran cerna. Edukasi diberikan terkait pemilihan makanan sumber zat besi, asam folat, dan vitamin B12, serta anjuran konsumsi makanan tinggi asam folat. Terapi asam folat diberikan sebagai penunjang pembentukan sel darah merah. Monitoring dilakukan terhadap asupan makan, berat badan, dan parameter biokimia seperti hemoglobin dan trombosit. Evaluasi menunjukkan perbaikan asupan dan toleransi diet, meskipun kadar hemoglobin masih di bawah normal. Pelaksanaan MAGK secara terstruktur membantu memperbaiki asupan gizi dan kondisi klinis pasien. Keberhasilan intervensi sangat dipengaruhi oleh kerja sama tim medis serta kepatuhan pasien terhadap terapi gizi dan pengobatan.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | Manajemen Asuhan Gizi Klinik (MAGK) Anemia Trombositopenia Hematochezia Acute Myeloid Leukemia (AML) | ||||||
| Subjects: | 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 354 - Ilmu Gizi | ||||||
| Divisions: | Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Gizi Klinik > PKL | ||||||
| Depositing User: | Eka Rusma Dewi | ||||||
| Date Deposited: | 30 Jan 2026 01:08 | ||||||
| Last Modified: | 30 Jan 2026 01:09 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/51324 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
