Asuhan Gizi Pada Pasien Dengan Diagnosa Post Insisi Drainage Abses Gluteus + Hernia Umbilicalis Irreponible Di Ruang Al-Aqsha 4 RSUD Haji Provinsi Jawa Timur

Putri, Andin Rachelia (2025) Asuhan Gizi Pada Pasien Dengan Diagnosa Post Insisi Drainage Abses Gluteus + Hernia Umbilicalis Irreponible Di Ruang Al-Aqsha 4 RSUD Haji Provinsi Jawa Timur. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (185kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (197kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (292kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Laporan ini menyajikan asuhan gizi terstandar pada pasien dengan diagnosis pasca insisi drainage abses gluteus dan hernia umbilikalis irreponible yang dirawat di Ruang Al-Aqsha Lantai 4 RSUD Haji Provinsi Jawa Timur. Abses gluteus merupakan kondisi infeksi yang ditandai dengan terbentuknya kumpulan nanah akibat proses peradangan, sedangkan hernia umbilikalis irreponible merupakan kondisi penonjolan organ intraabdomen yang tidak dapat direposisi kembali ke rongga perut. Asuhan gizi pada pasien dilaksanakan menggunakan pendekatan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) yang meliputi tahap asesmen gizi, diagnosis gizi, intervensi gizi, serta monitoring dan evaluasi. Skrining gizi menggunakan MUST dan NRS-2002, Berdasarkan hasil skrining pasien didapatkan hasil 0 yang artinya pasien tidak mengalami malnutrisi. Berdasarkan hasil asesmen, pasien berusia 44 tahun dengan status gizi baik (LILA 27 cm, 90,30%), hasil laboratorium menunjukkan anemia, trombositosis, hypoalbumin, neutrophil tinggi, limfosit rendah dan eosinofil rendah, dan monosit tergolong tinggi. Pemeriksaan klinis memperlihatkan gejala pasien memiliki keluhan tidak nafsu makan karena tidak suka makanan rumah sakit, serta mengalami keluhan nyeri luka pasca operasi. Intervensi gizi yang diberikan berupa diet Tinggi Energi Tinggi Protein (TETP) dengan bentuk makanan biasa, frekuensi makan tiga kali makan utama dan dua kali makanan selingan. Selain itu, diberikan edukasi gizi kepada pasien dan keluarga mengenai prinsip diet TETP, pemilihan bahan makanan, serta pentingnya pemenuhan asupan gizi dalam proses pemulihan. Monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkelanjutan selama masa perawatan di rumah sakit dan setelah pasien pulang ke rumah. Hasil pemantauan menunjukkan adanya peningkatan asupan energi dan protein pada hari kedua perawatan, seiring dengan membaiknya nafsu makan dan berkurangnya nyeri pasca operasi. Edukasi gizi yang dilakukan juga berperan dalam meningkatkan pemahaman pasien dan keluarga terkait pentingnya diet TETP untuk mendukung penyembuhan luka dan meningkatkan status gizi.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorRusdiarti, RusdiartiNIDN0718088603
Uncontrolled Keywords: Asuhan Gizi Klinik, Abses gluteus, hernia Umbilicalis Irreponible, Diet TETP
Subjects: 260 - Rumpun Ilmu Kedokteran > 270 - Ilmu Kedokteran Spesialis > 273 - Bedah (Umum, Plastik, Orthopaedi, Urologi, Dll)
340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 354 - Ilmu Gizi
Divisions: Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Gizi Klinik > PKL
Depositing User: Andin Rachelia Putri
Date Deposited: 14 Jan 2026 02:35
Last Modified: 14 Jan 2026 02:35
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/51068

Actions (login required)

View Item View Item