Asuhan Gizi pada Pasien Anak dengan Febris Hari Ke 3, Bacterial Infection, Post Combustio dengan Infeksi Sekunder di Ruang Mawar Kuning Atas RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo

Salsabila, Dwi Ayu Putri (2026) Asuhan Gizi pada Pasien Anak dengan Febris Hari Ke 3, Bacterial Infection, Post Combustio dengan Infeksi Sekunder di Ruang Mawar Kuning Atas RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (121kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB 1 PENDAHULUAN.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (133kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (142kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
LAPORAN LENGKAP MAGANG_DWI AYU PUTRI SALSABILA.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Luka bakar merupakan trauma fisik serius yang menyebabkan respons hipermetabolik berkepanjangan dengan peningkatan kebutuhan metabolik hingga 1,5-2 kali lipat kebutuhan basal. Laporan ini menyajikan asuhan gizi pada pasien An. MA, anak laki-laki usia 7 tahun dengan diagnosis Febris H3, Bacterial Infection, Post Combustio (luka bakar 63% TBSA) dengan infeksi sekunder di Ruang Mawar Kuning Lantai 2 RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. Skrining gizi menggunakan STRONG-Kids menunjukkan skor 4 (risiko malnutrisi tinggi). Pengkajian mengidentifikasi status gizi kurang (%LILA 72,19%), asupan sangat rendah (energi 44,97%, protein 27,62%), anemia mikrositik hipokromik (HGB 10,6 g/dL, HCT 33,3%), hipoalbuminemia (3,4 g/dL), gangguan elektrolit (hipernatremia 150 mmol/L, hiperkloremia 110 mmol/L), dan tanda infeksi (leukositosis 22,87×10³/μL, neutrofilia 89,4%). Diagnosis gizi meliputi asupan oral tidak adekuat (NI-2.1), peningkatan kebutuhan protein dan energi (NI-5.1, NI-1.1), malnutrisi (NC-3.1), gangguan keseimbangan elektrolit (NC-2.3), dan kurangnya pengetahuan gizi (NB-1.3). Intervensi diberikan berupa diet TETP dengan kebutuhan energi 1.989 kkal, protein 88,4 gram (4g/kgBB), lemak 55,25 gram, karbohidrat 284,53 gram, serta suplementasi zat besi, vitamin C, vitamin A, dan cairan 1.542 ml/hari, disertai edukasi gizi kepada keluarga. Monitoring selama tiga hari menunjukkan perbaikan signifikan dengan peningkatan asupan makan yang progresif (energi 163,02%, protein 116,24% pada hari ketiga), perbaikan parameter laboratorium (HGB meningkat menjadi 12,4 g/dL, leukosit menurun menjadi 12,04×10³/μL), dan perbaikan kondisi klinis (keluhan badan lemas teratasi, nafsu makan meningkat). Pengetahuan keluarga meningkat setelah edukasi gizi. Intervensi gizi berbasis Nutrition Care Process terbukti efektif memperbaiki status nutrisi dan mempercepat penyembuhan pada pasien anak dengan luka bakar luas.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorRestuti, Arisanty Nur SetiaNIDN0025088304
Uncontrolled Keywords: laporan PKL
Subjects: 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 351 - Kesehatan Masyarakat
340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 370 - Ilmu Keperawatan dan Kebidanan > 379 - Analis Medis
340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 370 - Ilmu Keperawatan dan Kebidanan > 384 - Rehabilitasi Medik
340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 354 - Ilmu Gizi
Divisions: Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Gizi Klinik > PKL
Depositing User: Dwi Ayu Putri Salsabila
Date Deposited: 13 Jan 2026 01:16
Last Modified: 13 Jan 2026 01:16
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/50834

Actions (login required)

View Item View Item