Putri, Anisah Nabilah Ayuning (2025) Manajemen Asuhan Gizi Klinik pada Pasien Post Operasi Batu Empedu (Kolelitiasis) dengan Ikterus, Diabetes Mellitus, Hepatitis B di Ruang Mawar Kuning Bawah RSUD R.T Notopuro Sidoarjo. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (83kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB 1.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (106kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (174kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Kolelitiasis merupakan kondisi terbentuknya batu empedu di dalam kandung empedu yang dapat menimbulkan komplikasi serius seperti ikterus akibat obstruksi saluran empedu. Kondisi ini dapat semakin kompleks apabila disertai penyakit penyerta seperti Diabetes Mellitus dan Hepatitis B yang berpengaruh terhadap metabolisme, fungsi hati, serta proses penyembuhan pasca operasi. Oleh karena itu, asuhan gizi yang tepat dan terstandar sangat diperlukan untuk mendukung pemulihan pasien, mengontrol kadar glukosa darah, serta mencegah komplikasi lanjutan. Pasien Tn. JS berusia 39 tahun dirawat di Ruang Mawar Kuning Bawah RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo dengan diagnosis medis cholelithiasis post operasi disertai ikterus, Diabetes Mellitus, dan Hepatitis B. Pasien masuk rumah sakit pada tanggal 4 Oktober 2025 dan dilakukan pengamatan asuhan gizi pada tanggal 10–13 Oktober 2025. Hasil skrining gizi menggunakan metode MST menunjukkan skor 2 yang mengindikasikan pasien berisiko malnutrisi dan memerlukan pengkajian gizi lebih lanjut. Hasil pengkajian antropometri menunjukkan status gizi kurang berdasarkan persentase LILA sebesar 83,74%. Data biokimia menunjukkan kadar bilirubin, SGOT, dan SGPT yang tinggi sebagai tanda gangguan fungsi hati, serta kadar glukosa darah sewaktu yang meningkat menandakan kontrol glikemik yang belum optimal. Pemeriksaan fisik klinis menunjukkan adanya nyeri ulu hati, penurunan nafsu makan, pusing, serta sklera mata yang tampak kekuningan sebagai manifestasi ikterus. Riwayat gizi menunjukkan asupan energi, protein, dan karbohidrat sebelum maupun selama perawatan tergolong kurang. Berdasarkan hasil pengkajian tersebut, ditetapkan diagnosis gizi berupa asupan energi dan protein yang tidak adekuat terkait penurunan nafsu makan dan kondisi post operasi. Intervensi gizi yang diberikan berupa diet Diabetes Mellitus B1 (DMB1) dengan pemberian makanan secara bertahap sesuai kondisi pasien, disertai edukasi gizi kepada pasien dan keluarga mengenai pengaturan diet, pemilihan jenis makanan, serta kepatuhan terhadap jadwal makan. Monitoring dan evaluasi dilakukan terhadap antropometri, data biokimia, kondisi fisik klinis, asupan makanan, dan pemahaman pasien terhadap edukasi gizi. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan adanya perbaikan bertahap pada asupan zat gizi dan kondisi klinis pasien selama masa pengamatan. Penerapan manajemen asuhan gizi klinik secara komprehensif melalui pendekatan Nutrition Care Process terbukti berperan penting dalam mendukung proses penyembuhan pasien post operasi kolelitiasis dengan komplikasi ikterus serta penyakit penyerta Diabetes Mellitus dan Hepatitis B.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | Batu Empedu, Ikterus, Diabetes Mellitus, Hepatitis B | ||||||
| Subjects: | 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 354 - Ilmu Gizi | ||||||
| Divisions: | Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Gizi Klinik > PKL | ||||||
| Depositing User: | Anisah Nabilah Ayuning Putri | ||||||
| Date Deposited: | 12 Jan 2026 08:09 | ||||||
| Last Modified: | 12 Jan 2026 08:09 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/50725 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
