Dimasiky, M. Syahbyl (2025) Asuhan Gizi Pada Pasien Dyspnea Ca Paru, Syok Hipovolemik dd Sepsis, Anorexia Geriatri dan DM di Ruang Dewaruci RSUD Panembahan Senopati Bantul. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (102kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 pendahuluan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (221kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar pustaka.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (143kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Asuhan Gizi Klinik Pada Pasien Dyspnea Pada Ca Paru, Syok Hipovolemik DD Sepsis, Anorexia Geriatri Dan DM Di Ruang Dewaruci RSUD Panembahan Senopati Bantul. M. Syahbyl Dimasiky, NIM G42221794, Tahun 2025, Jurusan kesehatan, Program Studi Gizi Klinik, Politeknik Negeri Jember, Agatha Widiyawati, S.ST., M.Gizi (Pembimbing), Dika Ardi Ismardani, A.Md.Gz (Pembimbing CI). Pasien adalah Tn. S, laki-laki berusia 68 tahun yang dirawat di ruang Dewaruci dengan berbagai diagnosis medis, termasuk dyspnea akibat kanker paru, syok hipovolemik diduga sepsis, anorexia geriatri dan diabetes mellitus. Berdasarkan data antropometri, pasien memiliki berat badan 48 kg, tinggi badan 158,29 cm, dan LILA 24,5 cm dengan status gizi kurang berdasarkan persentil LILA sebesar 79,80%. Pemeriksaan biokimia menunjukkan kadar gula darah sewaktu sebesar 305 mg/dL yang menandakan hiperglikemia. Riwayat makan menunjukkan kebiasaan konsumsi teh manis hingga tiga kali sehari serta asupan karbohidrat sederhana yang cukup tinggi. Pasien juga memiliki kebiasaan merokok 2–3 batang per hari yang memperberat kondisi klinis. Masalah gizi utama yang ditetapkan adalah peningkatan kadar glukosa darah yang berkaitan dengan diabetes mellitus serta asupan energi yang sebelumnya tidak optimal. Intervensi gizi yang diberikan berupa diet Diabetes Mellitus sebesar 2.035,8 kkal per hari dengan frekuensi tiga kali makan utama dan tiga kali selingan dalam bentuk makanan lunak. Edukasi gizi diberikan kepada pasien dan keluarga menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dengan media leaflet. Materi edukasi mencakup prinsip diet DM, bahan makanan yang dianjurkan dan dibatasi, serta modifikasi menu. Keluarga pasien mampu mengulang kembali materi yang diberikan, yang menunjukkan bahwa edukasi diterima dan tersampaikan dengan baik. Hasil monitoring selama tiga hari menunjukkan bahwa asupan energi pasien rata-rata mencapai 91,22%, protein 110,44%, lemak 87,75%, dan karbohidrat 85,83% dari kebutuhan harian. Berdasarkan kategori WNPG, asupan tersebut tergolong normal hingga cenderung lebih pada protein. Secara klinis pasien mengalami perbaikan yang ditandai dengan berkurangnya keluhan sesak dan mual. Pemeriksaan fisik klinis pada akhir intervensi menunjukkan pasien sudah tidak mengeluhkan keluhan utama. Hal ini mengindikasikan bahwa intervensi diet DM dan edukasi gizi berkontribusi terhadap perbaikan kondisi pasien.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | Asuhan gizi pasien Ca Paru, DM, Syok Hipovolemik, Anorexia Geriatri | ||||||
| Subjects: | 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 354 - Ilmu Gizi | ||||||
| Divisions: | Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Gizi Klinik > PKL | ||||||
| Depositing User: | M. Syahbyl Dimasiky | ||||||
| Date Deposited: | 12 Jan 2026 02:03 | ||||||
| Last Modified: | 12 Jan 2026 02:04 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/50643 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
