Asuhan Gizi Pada Pasien dengan Cephalgia, Syncope D.D. Seizure, dan Hemiparesis Dekstra Onset Subakut Progresif disertai Komplikasi Hipertensi, Diabetes Mellitus Tipe 2, Leukositosis, PETA, Hiponatremia, dan Neuritis Optik Hari Ke-1 di Ruang Anggrek 2 Kemenkes RS Sardjito Yogyakarta

Safitri, Amelia (2025) Asuhan Gizi Pada Pasien dengan Cephalgia, Syncope D.D. Seizure, dan Hemiparesis Dekstra Onset Subakut Progresif disertai Komplikasi Hipertensi, Diabetes Mellitus Tipe 2, Leukositosis, PETA, Hiponatremia, dan Neuritis Optik Hari Ke-1 di Ruang Anggrek 2 Kemenkes RS Sardjito Yogyakarta. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (110kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (198kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (179kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Magang Manajemen Asuhan Gizi Klinik (MAGK) bertujuan mengaplikasikan proses asuhan gizi terstandar pada pasien dengan kondisi medis kompleks di rumah sakit. Kegiatan ini dilaksanakan di Kemenkes RS Sardjito Yogyakarta pada 6 Oktober–28 November 2025. Kasus yang dikaji adalah pasien dengan cephalgia, syncope D.D. seizure, dan hemiparesis dekstra onset subakut progresif disertai komplikasi hipertensi, Diabetes Mellitus tipe 2, leukositosis, PETA, hiponatremia, dan neuritis optik. Proses asuhan gizi dilakukan sesuai pedoman Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) yang meliputi asesmen, diagnosis, intervensi, monitoring, dan evaluasi selama 28–31 Oktober 2025. Hasil skrining menunjukkan pasien berisiko malnutrisi (NRS 2002 = 3) dengan status gizi gizi lebih (IMT 25 kg/m²). Intervensi gizi berupa diet DM 1500 rendah garam diberikan secara oral dengan pengaturan energi, makronutrien, serta pembatasan natrium. Monitoring selama tiga hari menunjukkan perbaikan kondisi klinis, penurunan tekanan darah, perbaikan kemampuan mengunyah dan menelan, serta penurunan kadar glukosa darah meskipun masih di atas normal. Asupan energi pada dua hari awal mencapai >80% kebutuhan, namun menurun pada hari ketiga akibat kondisi pasien. Secara keseluruhan, sebagian besar target intervensi jangka pendek tercapai melalui perbaikan toleransi makan, stabilisasi biokimia, dan respon klinis yang lebih baik.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorJannah, MiftahulNIP198903282019032019
Uncontrolled Keywords: Asuhan gizi klinik, stroke, diabetes melitus tipe 2, hipertensi
Subjects: 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 354 - Ilmu Gizi
Divisions: Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Gizi Klinik > PKL
Depositing User: Amelia Safitri
Date Deposited: 09 Jan 2026 01:30
Last Modified: 09 Jan 2026 01:31
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/50216

Actions (login required)

View Item View Item