Asuhan Gizi Pada Pasien P2A1Ah2 Post SC Atas Indikasi Letak Oblique, IUGR, Resiko Tinggi Usia Tua, Anemia, dan ISK di Ruang Pergiwati RSUD Panembahan Senopati Bantul

Farida, Farida (2025) Asuhan Gizi Pada Pasien P2A1Ah2 Post SC Atas Indikasi Letak Oblique, IUGR, Resiko Tinggi Usia Tua, Anemia, dan ISK di Ruang Pergiwati RSUD Panembahan Senopati Bantul. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (106kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (210kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (125kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Manajemen Asuhan Gizi Klinik (MAGK) merupakan pendekatan sistematis dalam penatalaksanaan masalah gizi pasien untuk mendukung proses penyembuhan. Laporan ini bertujuan untuk memahami, melaksanakan, dan mengevaluasi penerapan MAGK pada pasien P2A1Ah2 re-post sectio caesarea (SC) dengan indikasi letak oblique, intrauterine growth restriction (IUGR), risiko tinggi usia tua, anemia, dan infeksi saluran kemih (ISK) di Ruang Pergiwati RSUD Panembahan Senopati Bantul. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 13–16 Oktober 2025 sebagai bagian dari Praktik Kerja Lapang mahasiswa Program Studi Gizi Klinik Politeknik Negeri Jember. Metode yang digunakan meliputi pengkajian data antropometri, biokimia, klinis, dan riwayat diet. Pasien berusia 41 tahun dengan LILA 25 cm dan status gizi kurang (%LILA 86,2%) serta kadar hemoglobin 9,9 g/dL yang menunjukkan anemia. Masalah gizi utama yang ditemukan adalah defisiensi zat besi selama kehamilan dan asupan energi serta zat gizi yang tidak adekuat. Intervensi gizi berupa diet Tinggi Energi Tinggi Protein (TETP) sebesar 2.260,31 kkal/hari yang dibagi menjadi tiga kali makan utama dan dua kali selingan dengan bentuk makanan biasa, disertai edukasi gizi kepada pasien dan keluarga. Hasil monitoring selama tiga hari menunjukkan peningkatan asupan hingga mencapai lebih dari 80% kebutuhan harian serta perbaikan kondisi klinis pasien pasca-SC. Kesimpulannya, penerapan diet TETP yang sesuai dengan kondisi pasien dan disertai edukasi gizi berkelanjutan efektif dalam meningkatkan asupan zat gizi dan mendukung proses pemulihan pasien. Kata kunci: Asuhan Gizi Klinik, Post SC, IUGR, Anemia, ISK, Diet TETP

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorFitriyah, DinaNIDN0001068707
Uncontrolled Keywords: Asuhan Gizi Klinik, Post SC, IUGR, Anemia, ISK, Diet TETP
Subjects: 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 354 - Ilmu Gizi
Divisions: Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Gizi Klinik > PKL
Depositing User: Farida Farida
Date Deposited: 07 Jan 2026 09:10
Last Modified: 07 Jan 2026 09:10
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/50033

Actions (login required)

View Item View Item