Asuhan Gizi dan Dietetik Pasien Post Bedah Laparatomi Eksplorasi, Adhesiloisis Tajam, Repair Caecum, Ileostomy, serta Dilakukan Tindakan Reseksi Anastomosis Ileum End to End di Bangsal Bedah Anak Ruang Cempaka RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto

Fatimah, Laeli Nur (2025) Asuhan Gizi dan Dietetik Pasien Post Bedah Laparatomi Eksplorasi, Adhesiloisis Tajam, Repair Caecum, Ileostomy, serta Dilakukan Tindakan Reseksi Anastomosis Ileum End to End di Bangsal Bedah Anak Ruang Cempaka RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (63kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (71kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (67kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (590kB) | Request a copy

Abstract

Kasus bedah pencernaan memerlukan penanganan komprehensif, termasuk dukungan gizi klinik untuk menunjang pemulihan pascaoperasi. Laporan ini bertujuan mendeskripsikan manajemen asuhan gizi pada pasien anak pasca bedah pencernaan. Pasien An. BA, usia 13 tahun 8 bulan, dirawat pasca penutupan ileostomi dengan riwayat laparotomi eksplorasi, adhesiolisis, dan reseksi anastomosis ileum end to end akibat perforasi sekum. Hasil pengkajian gizi menunjukkan status gizi kurang dengan IMT 12,5 kg/m² (Z-score -2,95 SD), disertai anemia ringan, hipoalbuminemia, dan hiponatremia. Diagnosis gizi utama adalah asupan oral tidak adekuat dan peningkatan kebutuhan protein untuk penyembuhan luka. Kebutuhan gizi dihitung sebesar 1.761,3 kkal energi dan 48,45 g protein per hari. Intervensi berupa diet Tinggi Kalori Tinggi Protein (TKTP) dengan tambahan putih telur 30 g/hari dan pemberian makanan secara bertahap dari cair hingga makanan biasa. Hasil pemantauan menunjukkan asupan energi mencapai 72–97% dan protein 176–206% dari kebutuhan, disertai perbaikan kondisi klinis, toleransi makan, serta respon penyembuhan luka yang baik. Kesimpulannya, manajemen asuhan gizi klinik yang terstandar dan berkesinambungan berperan penting dalam mendukung pemulihan pasien anak pasca bedah pencernaan dan mencegah komplikasi malnutrisi.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorRahayu Ratri, PutriNIDN0024108502
Uncontrolled Keywords: clinical nutrition care; digestive surgery; high-protein diet; pediatric patient
Subjects: 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 354 - Ilmu Gizi
Divisions: Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Gizi Klinik > PKL
Depositing User: Laeli Nur Fatimah
Date Deposited: 07 Jan 2026 03:14
Last Modified: 08 Jan 2026 02:39
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/49780

Actions (login required)

View Item View Item