Implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Dalam Proses Cut Up 9 Di PT Ciomas Adisatwa Unit Semarang

Bakhtiar, Ivan Rafif (2025) Implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Dalam Proses Cut Up 9 Di PT Ciomas Adisatwa Unit Semarang. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (158kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan (1).pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (189kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (89kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Implementasi Standar Operasional Prosesdur (SOP) Dalam Proses Cut Up 9 di PT Ciomas Adisatwa Unit Semarang. Magang merupakan suatu kegiatan yang dilakukan mahasiswa untuk memenuhi syarat akademi guna mencapai kelulusan dengan akumulasi waktu selama kurang lebih 900 jam (20 sks). Kegiatan ini sangat penting dalam wsuatu pendidikan yang dilaksanakan oleh mahasiswa Politeknik Negeri Jember. PT Ciomas Adisatwa Unit Semarang merupakan Perusahaan yang tergabung dalam Japfa Group yang bergerak dalam bidang pemotongan ayam pedaging atau ayam broiler. Fokus dari kegiatan magang ini adalah Implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Dalam Proses cut up 9 di PT Ciomas Adisatwa Unit Semarang. Cut up 9 merupakan proses pemotongan menjadi 9 bagian ayam menggunakan pisau yang berbentuk seperti lempengan baja yang bergerak memutar searah dengan prinsip rotasi dan digerakkan oleh mesin. Hal ini, ditunjukkan oleh adanya pengajuan retur oleh customer karena spesifikasi produk, seperti ukuran, rasa, dan berat, yang tidak konsisten dengan standar yang disepakati Masalah kualitas ini Sebagian besar disebabkan oleh kesalahan operator, di mana adanya jam operasional yang Panjang (9 - 14 jam) di lingkungan yang bersuhu sangat rendah (0° C - 4° C) mengakibatkan kelelahan dan penurunan fokus operator, yang pada akhirnya meningkatkan human error dan pengabaian prosedur trimming (koreksi). Hal ini dapat dilakukan dengan mewajibkan semua operator cut up 9 mengilkuti program sertifikasi kompetensi secara berkala, menerapkan sistem rotasi kerja yang lebih sering untuk mengurangi kelelahan, dan mengatasi masalah lantai kerja yang licin dengan instalasi alas karet anti slip di clean area. Selain itu, penting juga untuk mengatasi sumber masalah dari hulu, yaitu kualitas bahan baku dari pemasok, dengan menerapkan sistem penilian kinerja pemasok yang lebih ketat, terutama yang berfokus pada konsistensi bobot karkas yang dikirim. Dengan perbaikan menyeluruh pada faktor-faktor penyebab ini, proses cut up 9 diharapkan dapat terlaksana secara optimal, sehingga dapat mengurangi tingkat kecacatan produk dan memenuhi standar kualitas yang diminta oleh customer secara konsisten.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorPratama, Fredy Eka ArdhiNIDN0003019105
Uncontrolled Keywords: Implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Dalam Proses Cut Up 9 Di PT Ciomas Adisatwa Unit Semarang
Subjects: 200 - Rumpun Ilmu Hewani > 210 - Ilmu Peternakan > 214 - Teknologi Hasil Ternak
200 - Rumpun Ilmu Hewani > 210 - Ilmu Peternakan > 216 - Produksi Ternak
Divisions: Jurusan Manajemen Agribisnis > Prodi D4 Manajemen Agroindustri > PKL
Depositing User: Ivan Rafif Bakhtiar
Date Deposited: 29 Dec 2025 01:09
Last Modified: 29 Dec 2025 01:10
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/48490

Actions (login required)

View Item View Item