Asuhan Gizi Pasien Mature Teratoma Ovarium D + Myoma Uteri Intramural Post TAH-BSO + Hipoalbuminemia + Hipokalemia + Riw. Hiperglikemia State di Ruang Merak RSUD Dr. Soetomo Surabaya

Tricahya, Rita Indri (2023) Asuhan Gizi Pasien Mature Teratoma Ovarium D + Myoma Uteri Intramural Post TAH-BSO + Hipoalbuminemia + Hipokalemia + Riw. Hiperglikemia State di Ruang Merak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
Ringkasan_Kasus Besar 2_Rita Indri Tricahya_G42190970_Mature Teratoma Ovarium D Post TAH-BSO-5.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (59kB)
[img] Text (Bab 1. Pendahuluan)
Bab 1_Kasus Besar 2_Rita Indri Tricahya_G42190970_Mature Teratoma Ovarium D Post TAH-BSO-11-13.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (130kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Dapus_Kasus Besar 2_Rita Indri Tricahya_G42190970_Mature Teratoma Ovarium D Post TAH-BSO-38-40.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (126kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Kasus Besar 2_Rita Indri Tricahya_G42190970_Mature Teratoma Ovarium D Post TAH-BSO.pdf
Restricted to Registered users only

Download (447kB) | Request a copy

Abstract

Tindakan medis seperti pembedahan atau operasi diperlukan untuk membantu mengatasi masalah kesehatan reproduksi yaitu dengan melakukan pengangkatan rahim atau dikenal dengan nama histerektomi. Salah satu klasifikasi histerektomi yaitu TAH BSO (Total Abdominal Hysterectomy dan Bilateral Salpingo Oophorectomy) yang bertujuan untuk menghilangkan uterus, serviks dan kedua tabung tuba serta ovarium (Akbar Tukan et al., 2018). Faktor yang mempengaruhi proses penyembuhan luka pasca operasi meliputi penyakit penyerta atau riwayat penyakit, obat-obatan yang dikomsusmsi, status gizi, perawatan luka, mobilisasi dan intake gizi post operasi yang adekuat sebagai sarana untuk mempercepat penyembuhan luka (Nurjanah et al., 2019). Tujuan dari pemberian Proses Asuhan Gizi Terstandart (PAGT) untuk proses penyembuhan luka dengan cepat pada pasein. Hasil skrining menunjukkan kesimpulan kategori gizi kurang atau beresiko malnutrisi. Dari data antropometri, biokimia dan fisik klinis, pasien memiliki IMT normal, hiperglikemia, hipoalbumin, hipokalemia dan hipotensi. Diagnosa gizi pasien NI-2.1 asupan makanan peroral tidak adekuat dan NI-5.1 peningkatan kebutuhan zat gizi tertentu (spesifik protein). Intervensi yang diberikan yaitu diet dan edukasi TETP dengan tekstur yang lunak dengan tujuan meningkatkan asupan, mempercepat penyembuhan pasca oprasi dan menormalkan kadar albumin serum. Hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan seiring perkembangan diet pada periode intervensi. Berat badan dan tanda fisik/klinis juga tidak mengalami penurunan, mobilisasi baik sehingga dapat disimpulkan bahwa kondisi pasien membaik. Pasien diperbolehkan untuk KRS pada 23 Desember 2022 oleh Wita Saraswati, Dr., dr., Sp. OG (K).

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorJannah, MiftahulNIDN0328038904
Subjects: 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 354 - Ilmu Gizi
Divisions: Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Gizi Klinik > PKL
Depositing User: Rita Indri Tricahya
Date Deposited: 16 Sep 2023 04:49
Last Modified: 29 Sep 2023 00:53
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/28308

Actions (login required)

View Item View Item