Manajemen Asuhan Gizi Pasien Asma Eksaserbasi Akut dan Bronchitis di Bangsal Alamanda 1 RSUD Sleman

Maulidah, Tri Diana (2023) Manajemen Asuhan Gizi Pasien Asma Eksaserbasi Akut dan Bronchitis di Bangsal Alamanda 1 RSUD Sleman. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (RINGKASAN)
RINGKASAN.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (334kB)
[img] Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
BAB 1 PENDAHULUAN.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (337kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (438kB)
[img] Text (LAPORAN LENGKAP)
LAPORAN LENGKAP.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Sdr. M berusia 18 tahun di rawat di bangsal Alamanda 1 RSUD Sleman dengan diagnosis medis yaitu Asma Eksaserbasi Akut dan Bronchitis. Keluham utama pasien adalah sesak nafas dan batuk sedangkan riwayat penyakit terdahulu pasien adalah asma. Sebelum diberikan intervensi pasien diberikan makanan oleh RS berupa nasi kelas III. Pasien belum pernah menjalani diet dan belum pernah mendapatkan konseling gizi. Hasil dari SQ FFQ serta recall 24 jam yang telah dilakukan adalah asupan energi, protein dan karbohidrat pasien tergolong dalam kategori defisit berat. Status gizi pasien berdasarkan persentil LILA di dapatkan hasil 69% yang termasuk ke dalam status gizi buruk. Pada pemeriksaan foto thorax di dapatkan hasil bahwa pasien mengalami bronchitis dengan emphysema lung. Pada pemeriksaan biokimia pasien didapatkan hasil pasien mengalami anemia dan infeksi yang dibuktikan dengan nilai MCV rendah dan eosinofilnya tinggi. Terapi medis yang diberikan oleh RS adalah infus ringer lactat, methylprednisolone, ranitidine, cetirizine, ambroxol, cefixime dan flixotide. Diagnosis gizi yang dapat diberikan pada pasien adalah NI – 5.1 Peningkatan kebutuhan protein berkaitan dengan adanya infeksi saluran pernapasan yang ditandai dengan nilai laboratorium eosinofil tinggi dan limfosit rendah serta hasil pemeriksaan penunjang pasien yang berupa foto thorax adalah bronchitis. Intervensi yang dapat diberikan adalah dengan diberikan Diet TKTP 2700 kkal bertahap dengan bentuk makanan biasa dan rute makanannya oral. Cara pemesanan pada ahli gizi catering adalah NS TKTP 1900 extra entramix coklat (15.00 dan 19.00). Keluarga pasien diberikan edukasi terkait diet TKTP 2700 kkal pada hari senin, 26 Desember 2022 yang bertempat di ruang konsul alamanda 1 dan dilaksanakan selama 15 menit. Pada penyelesaian masalah pasien, dilakukan kolaborasi dengan beberapa pihak yakni ahi gizi RS, ahli gizi catering dan perawat. Rencana monitoring yang akan diperiksa adalah asupan makan pasien mencapai ≥ 80%. Hasil dari monitoring dan evaluasi pasien hari pertama adalah asupan energi, protein dan lemak pasien sudah mencapai target yaitu ≥80%. Sedangkan untuk asupan karbohidrat pasien belum mencapai target yaitu 75,09%. Asupan karbohidrat pasien kurang dari kebutuhan karena pada saat makan pagi pasien menyisakan ½ porsi nasi. Hasil monitoring dan evaluasi pasien hari kedua adalah asupan makan pasien menurun dikarenakan setelah visit dokter, pasien diusulkan untuk pulang. Sehingga intervensi hanya dilakukan sampai makan siang. Jika dibandingkan dengan penyajian, asupan makan pasien tidak terlalu jauh dengan pemenuhan.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorRindiani, RindianiNIDN0020016805
Uncontrolled Keywords: Expert System, Fuzzy Expert System, Mamdani, Otolaryngology
Subjects: 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 354 - Ilmu Gizi
Divisions: Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Gizi Klinik > PKL
Depositing User: Tri Diana Maulidah
Date Deposited: 28 Jul 2023 07:35
Last Modified: 28 Jul 2023 07:35
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/24816

Actions (login required)

View Item View Item