Keberhasilan Okulasi Durian Dengan Berbagai Varietas Entres Yang Berbeda

Akhfany, Ridwan (2020) Keberhasilan Okulasi Durian Dengan Berbagai Varietas Entres Yang Berbeda. Diploma thesis, Politeknik Negeri Jember.

Full text not available from this repository.

Abstract

Keberhasilan Okulasi Durian Dengan Berbagai Macam Varietas Entres yang Berbeda, Ridwan Akhfany, NIM A31170358, Tahun 2020, 52 halaman, Produksi Tanaman Hortikultura Produksi Pertanian, Politeknik Negeri Jember, Ir. Suratno, MP (Dosen Pembimbing). Durian (Durio zibethinus. M) merupakan salah satu buah tropika dan dipercaya berasal dari Asia Tenggara. Belakangan ini buah durian menjadi primadona masyarakat karena rasanya lezat, warnanya menarik, dan baunya yang khas, tetapi sebagian konsumen tidak tahan bau dari durian yang menyengat. Meningkatnya jumlah permintaan buah durian tidak sebanding dengan kapasitas produksi dari pohon durian sendiri. Untuk menyiasati masalah tersebut banyak dari petani durian lebih memilih bibit durian hasil okulasi daripada bibit durian hasil dari perbanyakan generative. Keunggulan durian dari okulasi adalah memiliki sifat baru perpaduan dari batang atas dan entres yang lebih unggul dari bibit generative, proses pertumbuhan yang lebih baik, umur pembuahan yang lumayan lebih singkat, dan produktivitas yang lebih baik daripada bibit dari perbanyakan generative. Kebanyakan dari petani durian ini belum bisa melakukan perbanyakan secara vegetative, masih banyak dari petani sendiri yang membeli bibit ke sentra pembibitan. Hal ini sangat disayangkan, apabila petani dapat melakukan pembibitan sendiri maka petani tersebut memiliki tambahan pemasukan dari penjualan bibit tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari pengaruh varietas antara batang bawah dan entres, yang nantinya dapat digunakan petani untuk belajar perbanyakan tanaman durian dengan cara okulasi, sehingga petani mampu membuat dan menjual bibit sendiri. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2020 sampai Juni 2020 di Desa Sukorejo, Kec. Kunir, Kab. Lumajang. Perbanyakan ini dilakukan pada lahan kosong tanpa naungan. Penelitian ini menggunakan RAK non Faktorial, jumlah bibit yang diamati sebanyak 25 bibit dan dianalisis menggunakan Uji F apabila terdapat perbedaan maka dianalisis menggunakan uji lanjut DMRT. Parameter pengamatan adalah panjang tunas, jumlah daun, waktu kemunculan tunas, dan persentase keberhasilan. Pengamatan dilakukan setiap dua minggu sekali. Hasil Uji F menunjukkan bahwa perbedaan varietas antara batang bawah dan entres memiliki pengaruh berbeda sangat nyata terhadap pertumbuhan tunas okulasi. Pada pengamatan pecah tunas okulasi perlakuan V1, V5, dan V4 sudah berhasil pecah tunas pada 5 MSO, sedangkan V3 mengalami pecah tunas pada 7 MSO, dan perlakuan V2 mengalami pecah tunas pada 9 MSO. Pengamatan selanjutnya yaitu jumlah daun setiap perlakuan, V1 memiliki rerata jumlah daun 4.2 helai, sedangkan V2 memiliki rerata 2 helai, V3 memiliki rerata 1.4 helai, V4 memiliki rerata 1.2 helai dan terakhir V5 memiliki rerata 1.2 helai. Tingkat keberhasilan dari masing-masing perlakuan memiliki nilai yang berbeda-beda, V1 dan V3 memiliki tingkat keberhasilan 100%, V2 memiliki tingkat keberhasilan 80%, V4 dan V5 memiliki tingkat keberhasilan 60%.

Item Type: Thesis (Diploma)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorSuratno, Suratno195509291987031003
Subjects: 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 160 - Teknologi dalam Ilmu Tanaman > 163 - Teknologi Pertanian
Divisions: Perpustakaan > Tugas Akhir > Diploma
Depositing User: Heru Purnomo
Date Deposited: 23 Dec 2021 03:28
Last Modified: 05 Jan 2022 04:18
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/8550

Actions (login required)

View Item View Item