Analisis Alur Pelaksanaan Audit Kelengkapan Formulir Informed Consent Persetujuan Tindakan Kedokteran di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta

Ali, Nailah Rahman (2026) Analisis Alur Pelaksanaan Audit Kelengkapan Formulir Informed Consent Persetujuan Tindakan Kedokteran di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (131kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (195kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (161kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap 1.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (9MB) | Request a copy

Abstract

Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta merupakan salah satu rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan dan melakukan pencatatan setiap pelayanan pasien dalam rekam medis. Salah satu dokumen yang menjadi bagian dari rekam medis adalah formulir informed consent atau persetujuan tindakan kedokteran. Kelengkapan formulir informed consent penting untuk mendukung dokumentasi pelayanan kesehatan dan memiliki standar kelengkapan sebesar 100% berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129/Menkes/SK/II/2008. Namun, berdasarkan hasil observasi awal masih ditemukan beberapa permasalahan dalam pelaksanaan audit kelengkapan informed consent, yaitu belum tersedia SPO khusus, checklist belum merinci setiap komponen informed consent, serta kriteria penentuan lengkap dan tidak lengkap belum dijelaskan secara rinci. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alur pelaksanaan audit kelengkapan formulir informed consent di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta berdasarkan pendekatan Donabedian Structure–Process–Outcome (SPO). Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari Kepala Instalasi Rekam Medis, Koordinator Pelaksana, dan Petugas Audit. Pada aspek structure, pelaksanaan audit telah didukung oleh petugas, sarana, prasarana, serta pedoman audit rekam medis yang tersedia. Petugas yang melaksanakan audit memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan bidang rekam medis. Checklist audit juga telah tersedia dan digunakan dalam bentuk spreadsheet atau Excel. Namun, belum terdapat pelatihan khusus mengenai audit kelengkapan informed consent, checklist belum memuat komponen informed consent secara rinci, belum tersedia kebijakan khusus, dan belum terdapat SPO khusus yang mengatur alur audit kelengkapan informed consent. Pelaksanaan audit masih mengacu pada pedoman audit rekam medis secara umum dan arahan petugas yang bertanggung jawab. Pada aspek process, pelaksanaan audit dilakukan terhadap formulir informed consent yang terdapat dalam berkas rekam medis yang telah dikembalikan dari unit pelayanan. Petugas melakukan persiapan dokumen, pemeriksaan kelengkapan, pencatatan hasil menggunakan checklist, dan rekapitulasi hasil audit. Namun, dalam proses pemeriksaan masih terdapat kriteria yang belum dijelaskan secara rinci dan seragam. Hasil pemeriksaan juga masih dicatat dalam kategori lengkap dan tidak lengkap tanpa menunjukkan secara spesifik komponen yang belum terpenuhi. Kondisi tersebut menyebabkan petugas masih perlu membuka kembali berkas ketika diperlukan informasi mengenai bagian informed consent yang belum lengkap. Pada aspek outcome, hasil pemeriksaan kembali terhadap 25 dokumen informed consent menunjukkan bahwa hanya 1 dokumen yang mencapai kelengkapan 100%, sedangkan 24 dokumen lainnya masih ditemukan item yang belum memenuhi kriteria kelengkapan. Hasil tersebut menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara hasil audit sebelumnya dengan kondisi dokumen ketika dilakukan pemeriksaan kembali. Selain itu, pencatatan hasil audit yang belum merinci item ketidaklengkapan menyebabkan hasil audit belum dapat secara langsung menunjukkan bagian yang perlu dilengkapi. Berdasarkan hasil tersebut, perbaikan yang dapat dilakukan yaitu menyelenggarakan pelatihan atau pembekalan khusus mengenai audit kelengkapan informed consent, menyusun dan menerapkan SPO khusus pelaksanaan audit, serta mengembangkan checklist yang memuat setiap komponen informed consent secara lebih rinci. Penyusunan checklist dan SPO tersebut diharapkan dapat membantu petugas melakukan pemeriksaan secara lebih terarah dan seragam serta menghasilkan pencatatan audit yang lebih jelas. Selama pelaksanaan PKL, penulis juga menyusun checklist audit kelengkapan formulir informed consent dan SPO Pelaksanaan Audit Kelengkapan Formulir Informed Consent sebagai usulan perbaikan bagi Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorPutra, Dony Setiawan HendycaNIDN0017128803
Uncontrolled Keywords: Informed Consent
Subjects: 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 370 - Ilmu Keperawatan dan Kebidanan > 373 - Administrasi Rumah Sakit
340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 353 - Kebijakan Kesehatan (dan Analis Kesehatan)
340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > Sistem Informasi Kesehatan
Divisions: Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan > PKL
Depositing User: Nailah Rahman Ali
Date Deposited: 02 Nov 2026 03:24
Last Modified: 02 Nov 2026 03:25
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/61125

Actions (login required)

View Item View Item