Aulia, Lutvi Hilyatul (2026) Pengembangan Prototype Early Warning System untuk Mendeteksi Anomali Kodefikasi Rekam Medis Berbasis Analisis Z-Score di RSUD Dr. Soetomo. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (Ringkasan)
RINGKASAN.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (206kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (345kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (166kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
LAPORAN FIKS SIPORA FULL.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (7MB) | Request a copy |
Abstract
Proses pengajuan klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di rumah sakit memerlukan ketepatan dalam pemberian kode diagnosis dan tindakan sesuai dengan klasifikasi ICD-10 dan ICD-9-CM. Perubahan pola penggunaan kode dapat menjadi salah satu indikasi yang perlu diperiksa untuk mengidentifikasi potensi permasalahan dalam proses klaim. Oleh karena itu, diperlukan sistem yang dapat membantu mendeteksi penyimpangan pola penggunaan kode sebelum data klaim dikirimkan kepada BPJS Kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan prototype Sistem Early Warning berbasis Z-Score untuk mendeteksi penyimpangan pola penggunaan kode ICD-10 dan ICD-9-CM oleh coder. Pengembangan sistem menggunakan metode Prototype, yaitu pendekatan yang dilakukan melalui pembuatan rancangan awal sistem, demonstrasi kepada pengguna, evaluasi masukan, dan penyempurnaan prototype. Tahapan ini digunakan untuk menyesuaikan fungsi dan informasi yang disajikan dengan kebutuhan petugas dalam memantau pola penggunaan kode dan memeriksa hasil deteksi anomali. Data yang digunakan meliputi data klaim sebagai baseline, data pengujian, dan data pending historis. Pada pelayanan rawat jalan, data baseline menggunakan periode Januari–Juni 2026 dan data pengujian Juli 2026. Sementara itu, pada pelayanan rawat inap, data baseline menggunakan periode Juni–Agustus 2026 dan data pengujian September 2026. Data pending historis periode Januari–Juli 2026 digunakan sebagai informasi pendukung. Data klaim dikelompokkan berdasarkan coder dan kelompok kode, yaitu bab ICD-10 serta dua digit awal kode ICD-9-CM. Selanjutnya, dilakukan perhitungan proporsi penggunaan kode, rata-rata (mean), dan standar deviasi (SD) dari data baseline. Nilai tersebut digunakan untuk menghitung Z-Score pada data pengujian dan menentukan status hasil deteksi berupa Normal, Warning, Alert, dan Tidak Dapat Dihitung sesuai kondisi perhitungan. Data pending historis dicocokkan dengan data klaim berdasarkan nomor SEP untuk mengidentifikasi kode diagnosis dan tindakan yang pernah berkaitan dengan kasus pending. Informasi tersebut tidak digunakan dalam perhitungan Z-Score, tetapi ditampilkan sebagai referensi tambahan dalam proses pemeriksaan hasil deteksi. Hasil pengembangan berupa prototype aplikasi berbasis web bernama ZCAN yang menyediakan fitur Login, Dashboard, pengelolaan data, Validasi, Scan Data, Hasil Anomali, dan Koder, selain itu pengunduhan hasil analisis, dan panduan interpretasi Z-Score.. Penelitian ini dibatasi pada pengembangan prototype berdasarkan data serta periode pengamatan yang tersedia. Analisis difokuskan pada pola penggunaan kelompok kode berdasarkan coder, dengan pengolahan data rawat jalan dan rawat inap secara terpisah. Penelitian ini tidak mencakup pengujian dampak penggunaan sistem terhadap penurunan jumlah klaim pending maupun penerapan sistem secara penuh dalam operasional rumah sakit. Hasil deteksi Z-Score hanya digunakan sebagai sinyal awal untuk menentukan kode yang perlu diperiksa lebih lanjut, bukan sebagai bukti langsung adanya kesalahan kodefikasi atau penyebab klaim pending. Berdasarkan hasil pengembangan, prototype ZCAN diharapkan dapat membantu petugas mengidentifikasi penyimpangan pola penggunaan kode diagnosis dan tindakan berdasarkan perbandingan data pengujian dengan pola historis coder. Informasi riwayat pending juga disediakan sebagai bahan pertimbangan dalam proses verifikasi. Pengembangan selanjutnya dapat diarahkan pada penyusunan prosedur tindak lanjut hasil deteksi, pengujian unit analisis berupa kombinasi kode ICD-10 dan ICD-9-CM, penambahan pengguna dan pengaturan hak akses, serta penyempurnaan visualisasi hasil analisis. Dengan demikian, prototype diharapkan dapat mendukung pemantauan pola kodefikasi dan membantu petugas menentukan data klaim yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, sebelum dikirim ke BPJS.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | Early Warning System, Z-Score, Anomali Kodefikasi, ICD-10, ICD-9-CM, Klaim JKN, Coder. | ||||||
| Subjects: | 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > Sistem Informasi Kesehatan | ||||||
| Divisions: | Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan > PKL | ||||||
| Depositing User: | Lutvi Hilyatul Aulia | ||||||
| Date Deposited: | 02 Nov 2026 01:13 | ||||||
| Last Modified: | 02 Nov 2026 01:13 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/61102 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
