Perancangan Dan Pengembangan Modul Informed Consent Elektronik Pada SIMRS Prima Menggunakan Metode Prototype Di Rsup Persahabatan

Rahmatullah, Tri Atmaja (2026) Perancangan Dan Pengembangan Modul Informed Consent Elektronik Pada SIMRS Prima Menggunakan Metode Prototype Di Rsup Persahabatan. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (171kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (363kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (194kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (9MB) | Request a copy

Abstract

Proses pengelolaan informed consent di RSUP Persahabatan masih melibatkan formulir kertas, terutama pada tahap penandatanganan. Berdasarkan observasi, wawancara dengan Penanggung Jawab Tim TI/SIMRS, pemeriksaan formulir, dan audit rekam medis, ditemukan beberapa permasalahan, yaitu masih adanya komponen informed consent yang belum terisi lengkap, kebutuhan pencarian berkas fisik, serta proses pemindaian dan unggah dokumen setelah formulir ditandatangani. Kondisi tersebut menyebabkan pendokumentasian informed consent masih berjalan secara gabungan antara proses manual dan elektronik. Oleh karena itu, diperlukan rancangan sistem yang dapat membantu pengisian informasi tindakan, pemeriksaan kelengkapan data, penandatanganan, dan penyimpanan dokumen secara lebih terarah. Kegiatan khusus magang ini bertujuan merancang Prototype modul informed consent elektronik berbasis web sebagai usulan pengembangan pada SIMRS PRIMA. Metode yang digunakan adalah prototyping, karena memungkinkan kebutuhan pengguna diterjemahkan ke dalam bentuk rancangan sistem, kemudian dievaluasi dan disempurnakan berdasarkan masukan. Pengguna yang terlibat dalam rancangan sistem meliputi DPJP, PPDS, perawat atau petugas pendamping, pasien atau wali, serta saksi. DPJP dan PPDS dapat mengisi serta memvalidasi informasi tindakan, sedangkan pasien/wali dan saksi dapat mengisi identitas, menyatakan persetujuan atau penolakan, serta memberikan tanda tangan elektronik sesuai perannya. Prototype yang dibangun memiliki fungsi pencarian pasien, pengambilan data pasien dan kunjungan, pengisian formulir tindakan kedokteran, validasi kelengkapan isian, pengaturan peran penanda tangan, pembuatan akses penandatanganan melalui QR, unggah foto pendukung identitas, verifikasi identitas oleh petugas yang berwenang, serta pembuatan dokumen dalam bentuk PDF. Sistem juga dirancang untuk menyimpan riwayat tanda tangan, sehingga pengguna dapat melihat tanda tangan yang pernah digunakan dan memilih untuk menggunakannya kembali atau membuat tanda tangan baru. Penggunaan kembali tanda tangan tetap memerlukan konfirmasi pengguna sebagai bentuk pengamanan proses. Perancangan sistem digambarkan melalui use case diagram, pengaturan hak akses pengguna, flowchart, DFD level 0 sampai level 2, ERD, dan rancangan antarmuka pengguna. Basis data dirancang untuk menyimpan data pasien, kunjungan, pengguna, dokumen informed consent, versi dokumen, penanda tangan, pengajuan identitas, dan riwayat verifikasi. Pada tahap pembangunan, Prototype dikembangkan menggunakan PHP, MySQL, HTML, CSS, JavaScript, XAMPP, dan Visual Studio Code. Sistem dijalankan secara lokal menggunakan localhost sehingga digunakan sebagai media simulasi dan pengujian, bukan sebagai sistem yang sudah diterapkan pada pelayanan rumah sakit. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rancangan Prototype telah disesuaikan dengan kebutuhan utama yang ditemukan selama kegiatan magang. Perbaikan dilakukan pada penyederhanaan alur pengisian, penambahan validasi isian wajib, pengaturan peran pengguna, mekanisme tanda tangan, dan tampilan dokumen. Pengujian black-box dilakukan pada fungsi utama, seperti login, pencarian pasien, pengisian formulir, validasi data, penandatanganan, verifikasi identitas, dan cetak dokumen. Berdasarkan pengujian tersebut, fungsi utama Prototype dapat berjalan sesuai dengan skenario yang direncanakan. Namun, penerapan pada SIMRS PRIMA tetap memerlukan proses integrasi, pengujian lebih lanjut pada lingkungan rumah sakit, penyesuaian SOP, serta persetujuan dari pihak terkait.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorVestine, VeronikaNIDN0703098503
Uncontrolled Keywords: PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN MODUL INFORMED CONSENT ELEKTRONIK PADA SIMRS PRIMA MENGGUNAKAN METODE PROTOTYPE DI RSUP PERSAHABATAN
Subjects: 410 - Rumpun Ilmu Teknik > 450 - Teknik Elektro dan Informatika > 461 - Sistem Informasi
340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 353 - Kebijakan Kesehatan (dan Analis Kesehatan)
340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > Sistem Informasi Kesehatan
Divisions: Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan > PKL
Depositing User: Tri Atmaja Rahmatullah
Date Deposited: 02 Nov 2026 01:03
Last Modified: 02 Nov 2026 01:06
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/61083

Actions (login required)

View Item View Item