Anggivia, Bingky Armanda (2026) Analisis Penyebab Tingginya Angka Gross Death Rate (GDR) dan Net Death Rate (NDR) pada Ruang Rawat Intensif Periode Januari–Juni 2026 di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (120kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (187kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (132kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Ruang rawat intensif merupakan unit pelayanan yang memberikan perawatan dan pemantauan secara ketat kepada pasien dengan kondisi yang membutuhkan pelayanan intensif. Salah satu indikator yang digunakan untuk menggambarkan luaran pelayanan rawat inap adalah Gross Death Rate (GDR) dan Net Death Rate (NDR). Namun, berdasarkan data periode Januari–Juni 2026, nilai GDR dan NDR pada ruang rawat intensif RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo masih jauh di atas standar yang ditetapkan, yaitu GDR <45‰ dan NDR <25‰. Oleh karena itu, dilakukan analisis terhadap faktor-faktor yang berpotensi berkaitan dengan tingginya nilai GDR dan NDR menggunakan pendekatan 5M dan diagram Fishbone. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara dengan kepala ruang ICU, PICU, dan HCU, serta dokumentasi data statistik pasien keluar hidup dan meninggal periode Januari–Juni 2026. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa rata-rata GDR tertinggi terdapat pada ICU, sedangkan rata-rata NDR pada ketiga ruang relatif berdekatan dan seluruhnya berada di atas standar. Hasil analisis 5M menunjukkan bahwa faktor Man berkaitan dengan kecukupan SDM dan rasio perawat di ICU dan HCU, faktor Money berkaitan dengan kesempatan mengikuti pelatihan eksternal yang belum konsisten, faktor Material berupa kekosongan obat tertentu dengan frekuensi relatif rendah, serta faktor Method berupa perbedaan pencatatan pasien keluar hidup dan pasien transfer antara rekapan ruang intensif dan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Sementara itu, faktor Machine tidak menunjukkan kendala utama karena peralatan yang tersedia memadai dan dikalibrasi secara rutin. Berdasarkan analisis Fishbone, tingginya nilai GDR dan NDR berkaitan dengan beberapa faktor yang saling berhubungan dan tidak dapat dikaitkan dengan satu penyebab saja. Kecukupan SDM serta kesesuaian pencatatan pasien antara rekapan ruang intensif dan SIMRS menjadi aspek yang perlu diperhatikan sebagai bahan evaluasi pemantauan indikator dan peningkatan mutu pelayanan di ruang rawat intensif RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | Gross Death Rate, Net Death Rate, Diagram Fishbone, Faktor 5M, Ruang Intensif | ||||||
| Subjects: | 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > Sistem Informasi Kesehatan | ||||||
| Divisions: | Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan > PKL | ||||||
| Depositing User: | Bingky Armanda Anggivia | ||||||
| Date Deposited: | 30 Oct 2026 05:09 | ||||||
| Last Modified: | 30 Oct 2026 05:10 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/61032 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
