Analisis Efisiensi Pelayanan Rawat Inap Berdasarkan Grafik Barber Johnson Periode Januari - Juli 2026 Di Rumah Sakit Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah

Windari, Wita (2026) Analisis Efisiensi Pelayanan Rawat Inap Berdasarkan Grafik Barber Johnson Periode Januari - Juli 2026 Di Rumah Sakit Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (94kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan .pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (159kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version

Download (135kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan secara paripurna, meliputi pelayanan rawat jalan, rawat inap, dan gawat darurat. Dalam penyelenggaraannya, rumah sakit perlu memperhatikan mutu dan efisiensi pelayanan, termasuk dalam pengelolaan tempat tidur rawat inap. Data rekam medis berperan penting dalam menyediakan informasi statistik yang dapat digunakan untuk mengevaluasi pemanfaatan tempat tidur dan mendukung pengambilan keputusan manajemen rumah sakit. Salah satu metode untuk menilai efisiensi pelayanan rawat inap adalah Grafik Barber Johnson yang menggunakan empat indikator, yaitu Bed Occupancy Rate (BOR), Average Length of Stay (AvLOS), Turn Over Interval (TOI), dan Bed Turn Over (BTO). Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi pelayanan rawat inap berdasarkan Grafik Barber Johnson di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah periode Januari–Juli 2026, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan tempat tidur, dampaknya terhadap pelayanan, dan upaya yang dilakukan rumah sakit. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai BOR berkisar antara 84,53–91,91%, AvLOS sebesar 5 hari, TOI berkisar antara 0,4–0,9 hari, dan BTO sebanyak 5–6 kali per bulan. Berdasarkan standar yang digunakan, nilai AvLOS telah memenuhi standar, sedangkan nilai BOR pada sebagian besar periode berada di atas standar dan TOI berada di bawah standar. Hasil pemetaan Grafik Barber Johnson menunjukkan bahwa titik pengamatan belum sepenuhnya berada di daerah efisien. Berdasarkan wawancara, kondisi penggunaan tempat tidur dipengaruhi oleh pola kedatangan pasien, tingginya kebutuhan tempat tidur pada ruangan tertentu, kompleksitas kondisi pasien, proses pemindahan pasien, serta waktu pemulangan dan penyiapan tempat tidur. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan waktu tunggu pasien dan kebutuhan koordinasi antarunit. Upaya rumah sakit meliputi pemantauan ketersediaan tempat tidur, koordinasi penempatan pasien, perencanaan pemulangan, penyiapan tempat tidur, serta pelaporan dan evaluasi secara berkala. Saran yang diberikan kepada RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah adalah melakukan evaluasi indikator Barber Johnson secara berkala, mengoptimalkan pengelolaan dan distribusi tempat tidur sesuai kebutuhan pasien, meningkat kan koordinasi antarunit, serta mengoptimalkan perencanaan pemulangan dan penyiapan tempat tidur. Selain itu, pemantauan waktu tunggu dan pemanfaatan hasil pelaporan perlu ditingkatkan sebagai dasar evaluasi untuk mendukung kelancaran pelayanan rawat inap.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorPutra, Dony Setiawan HendycaNIDN0017128803
Uncontrolled Keywords: barber Johnson, analisis, efisiensi, rawat inap, rekam medis, rumah sakit
Subjects: 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > Sistem Informasi Kesehatan
Divisions: Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan > PKL
Depositing User: Wita Windari
Date Deposited: 30 Oct 2026 01:47
Last Modified: 30 Oct 2026 01:48
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/61026

Actions (login required)

View Item View Item