Maharani, Dindasari Dwi (2026) Penerapan Kembali Mesin Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) Dalam Mendukung Pendaftaran Dan Pencetakan Surat Eligibilitas Peserta (SEP) Pasien BPJS Dengan Pendekatan 5M Di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (134kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (203kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (176kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Laporan ini membahas penerapan kembali fungsi pencetakan Surat Eligibilitas Peserta (SEP) melalui Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) bagi pasien BPJS di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Penerapan ini bertujuan untuk mendukung proses pendaftaran pasien, mempermudah pencetakan SEP, serta mengurangi ketergantungan pasien terhadap pelayanan di loket BPJS. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan 5M, yaitu Man, Machine, Method, Material, dan Money, untuk mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penerapan APM. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa alur penerbitan SEP melalui APM meliputi pemeriksaan persyaratan, proses screening, memasukkan nomor rekam medis, memilih dokter, melakukan verifikasi sidik jari, memasukkan nomor rujukan atau surat kontrol, hingga penerbitan SEP dan pencetakan karcis antrean. Secara umum, alur pelayanan telah sesuai dengan tahapan dalam draft SOP APM. Namun, masih ditemukan beberapa kendala, seperti kegagalan verifikasi sidik jari, data rujukan atau nama dokter yang tidak muncul, SEP atau karcis yang tidak tercetak, serta keterbatasan mesin APM dalam melayani seluruh kategori pasien. Selain itu, draft SOP belum mengatur secara terperinci penanganan berbagai risiko yang dapat terjadi selama proses pelayanan. Oleh karena itu, diperlukan penyempurnaan SOP dengan menambahkan prosedur penanganan kendala, peningkatan fungsi dan pemeliharaan mesin APM, penyempurnaan sistem screening, serta pemberian edukasi kepada pasien. Pendampingan petugas pada tahap awal penerapan juga diperlukan agar pasien dapat menggunakan APM dengan lebih mudah. Dengan upaya tersebut, diharapkan penerapan kembali fungsi pencetakan SEP melalui APM dapat berjalan lebih optimal, meningkatkan efisiensi proses pendaftaran, dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan pasien BPJS di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM), pencetakan Surat Eligibilitas Peserta (SEP), pendaftaran pasien BPJS, pendekatan 5M, Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. | ||||||
| Subjects: | 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > Sistem Informasi Kesehatan | ||||||
| Divisions: | Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan > PKL | ||||||
| Depositing User: | Dindasari Dwi Maharani | ||||||
| Date Deposited: | 29 Oct 2026 07:15 | ||||||
| Last Modified: | 29 Oct 2026 07:15 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/60988 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
