Firdaus, Muhammad Ferdi Maulana (2026) Evaluasi Simrs Di Bagian Bed Status Pada Unit Bed Management Menggunakan Metode End-User Computing Statisfaction(EUCS) Di Rsud Dr. Moewardi. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (76kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (110kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (73kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu seiring dengan perkembangan teknologi, salah satunya melalui penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). RSUD Dr.Moewardi telah menerapkan SIMRS untuk mendukung kegiatan operasional rumah sakit, termasuk pada bagian Bed Status di Unit Bed Management yang mulai digunakan pada September 2025. Sistem tersebut digunakan untuk membantu petugas dalam memantau status dan ketersediaan tempat tidur pasien.Sebagai sistem yang relatif baru, diperlukan evaluasi untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna serta mengidentifikasi aspek yang masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu,penelitian ini menggunakan metode End-User Computing Satisfaction (EUCS) yang mencakup lima faktor, yaitu Isi(Content), Keakuratan(Accuracy), Bentuk (Format), Kemudahan Penggunaan (Ease of Use), dan Ketepatan Waktu (Timeliness).Berdasarkan hasil evaluasi SIMRS pada bagian Bed Status di Unit Bed Management RSUD Dr.Moewardi,diperoleh tingkat kepuasan pengguna secara keseluruhan sebesar 67,45% dengan rata-rata skor 3,37. Pada faktor Isi (Content), diperoleh nilai sebesar 62,67% dengan rata-rata skor 3,13, yang merupakan nilai terendah dibandingkan faktor lainnya. Hasil tersebut menunjukkan bahwa isi informasi masih perlu dikembangkan agar lebih sesuai dengan kebutuhan operasional pengguna. Pada faktor Keakuratan (Accuracy), diperoleh nilai sebesar 68% dengan rata-rata skor 3,40. Informasi yang ditampilkan dinilai cukup akurat dan sesuai dengan kondisi di lapangan, meskipun kemungkinan kesalahan akibat human error masih perlu diperhatikan.Faktor Bentuk (Format) memperoleh nilai sebesar 67% dengan rata rata skor 3,35. Tampilan sistem dinilai cukup jelas dan penggunaan warna membantu petugas membedakan status tempat tidur, tetapi pengguna masih membutuhkan sosialisasi untuk beradaptasi dengan sistem. Selanjutnya, faktor Kemudahan Penggunaan (Ease of Use) memperoleh nilai sebesar 69% dengan rata-rata skor 3,45. Meskipun sistem dinilai cukup mudah digunakan, belum tersedianya buku petunjuk teknis, SOP, dan sosialisasi resmi menyebabkan sebagian pengguna harus mempelajari sistem secara mandiri atau melalui bantuan rekan kerja. Sementara itu, faktor Ketepatan Waktu(Timeliness) memperoleh nilai tertinggi, yaitu 73% dengan rata-rata skor 3,65. Sistem membantu menyediakan informasi secara tepat waktu, tetapi terkadang mengalami loading yang cukup lama ketika jumlah pasien meningkat. Secara keseluruhan, hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem telah membantu pekerjaan petugas,tetapi masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, terutama pada isi informasi, kemudahan penggunaan, dan kinerja sistem.Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, diperlukan upaya perbaikandari sisi pengembangan sistem maupun prosedur penggunaan.Pada faktor Isi (Content), Instalasi Rekam Medis bersama Unit IT dapat mempertimbangkan pengembangan menu Bed Status melalui penambahan fitur rekapan booking yang menampilkan data booking masuk dan keluar, dilengkapi pencarian berdasarkan periode tanggal serta tombol “Lihat Semua”. Selain itu, dapat ditambahkan status Carter dan Renovasi beserta notifikasinya. Status Carter digunakan untuk menandai kamar yang dipesan untuk keperluan khusus, misalnya bagi jemaah haji atau berdasarkan permintaan khusus dari direksi.Sementara itu, status Renovasi digunakan untuk menandai kamar yang sedang mengalami kerusakan atau perbaikan, seperti pengecatan ulang, kebocoran plafon, maupun kerusakan dinding. Pada faktor Ketepatan Waktu (Timeliness), perlu dilakukan evaluasi terhadap penyebab loading yang lama dan optimalisasi kinerja sistem agar informasi dapat diakses dengan lebih cepat. Pada faktor Bentuk (Format) dan Kemudahan Penggunaan (Ease of Use), diperlukan sosialisasi dan pelatihan kepada petugas serta penyusunan buku petunjuk teknis dan SOP sebagai pedoman penggunaan sistem. Adapun pada faktor Keakuratan (Accuracy), ketelitian petugas dalam melakukan input dan pembaruan status tempat tidur perlu ditingkatkan untuk meminimalkan kesalahan data. Dengan adanya upaya tersebut, penggunaan SIMRS pada bagian Bed Status di Unit Bed Management diharapkan dapat semakin sesuai dengan kebutuhan pengguna serta mendukung pengelolaan dan pemantauan ketersediaan tempat tidur di RSUD Dr.Moewardi.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | SIMRS, Bed Status, Bed Management, Kepuasan Pengguna, Ketersediaan Tempat Tidur. | ||||||
| Subjects: | 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > Sistem Informasi Kesehatan | ||||||
| Divisions: | Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan > PKL | ||||||
| Depositing User: | Muhammad Ferdi Maulana Firdaus | ||||||
| Date Deposited: | 29 Oct 2026 06:28 | ||||||
| Last Modified: | 29 Oct 2026 06:28 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/60978 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
