Analisis Geospasial Persebaran Kasus Tuberkulosis Paru di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo

Anindita, Holisah Destian (2026) Analisis Geospasial Persebaran Kasus Tuberkulosis Paru di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (167kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (188kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (230kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Laporan PKL Holisah Destian Anindita.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan di Indonesia. Tingginya kasus tuberkulosis, termasuk di Kabupaten Sidoarjo, memerlukan informasi kesehatan berbasis wilayah untuk mendukung pemantauan dan pengendalian penyakit. RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo sebagai rumah sakit umum pemerintah kelas A memiliki peran dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien tuberkulosis. Berdasarkan data rekam medis periode April–Juni 2026, tercatat 376 pasien tuberkulosis paru dari 835 kunjungan. Kegiatan ini bertujuan menganalisis persebaran pasien tuberkulosis paru berdasarkan wilayah tempat tinggal, kelompok usia, dan jenis kelamin menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan geospasial menggunakan data sekunder rekam medis. Data dianalisis berdasarkan jumlah pasien, wilayah tempat tinggal, kelompok usia, dan jenis kelamin, kemudian divisualisasikan menggunakan QGIS. Hasil analisis menunjukkan bahwa 312 pasien berdomisili di Kabupaten Sidoarjo dan tersebar di 18 kecamatan, sedangkan 64 pasien berasal dari luar Kabupaten Sidoarjo. Kecamatan Sidoarjo memiliki jumlah pasien tertinggi, yaitu 59 pasien, diikuti Kecamatan Candi sebanyak 45 pasien dan Kecamatan Tanggulangin sebanyak 29 pasien. Berdasarkan pemetaan, wilayah dengan jumlah pasien relatif tinggi meliputi Kecamatan Sidoarjo, Candi, Tanggulangin, Buduran, Tulangan, dan Waru. Berdasarkan kelompok usia, pasien didominasi kelompok usia produktif sebanyak 203 pasien (59,0%), diikuti kelompok usia lanjut sebanyak 126 pasien (36,6%) dan anak-anak sebanyak 15 pasien (4,4%). Berdasarkan jenis kelamin, pasien laki-laki berjumlah 181 pasien (58,0%), sedangkan perempuan sebanyak 131 pasien (42,0%). Hasil visualisasi SIG menunjukkan bahwa persebaran pasien tuberkulosis paru tidak merata antar kecamatan dan terdapat variasi karakteristik pasien berdasarkan kelompok usia dan jenis kelamin. Informasi tersebut dapat menjadi bahan pendukung bagi rumah sakit dan instansi kesehatan terkait dalam pemantauan persebaran pasien serta perencanaan dan evaluasi upaya pengendalian tuberkulosis berbasis wilayah.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorPutra, Dony Setiawan HendycaNIDN0017128803
Uncontrolled Keywords: Geospasial, Tuberkulosis
Subjects: 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 351 - Kesehatan Masyarakat
340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 353 - Kebijakan Kesehatan (dan Analis Kesehatan)
340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 355 - Epidemiologi
340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > Sistem Informasi Kesehatan
Divisions: Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan > PKL
Depositing User: Holisah Destian Anindita
Date Deposited: 28 Oct 2026 07:37
Last Modified: 28 Oct 2026 07:39
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/60926

Actions (login required)

View Item View Item