Fitria, Alfiani Putri (2026) Analisis Belum Terlaksananya Kodefikasi Tindakan Medis Berdasarkan ICD 9 CM pada Unit Koding Instalasi Rekam Medis RSUD R.T. Notoporo Sidoarjo. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (258kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (488kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (269kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (6MB) | Request a copy |
Abstract
Kodefikasi merupakan salah satu tahapan penting dalam pengelolaan informasi medis karena menghasilkan data yang terstandar dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan informasi di rumah sakit. Dalam pelaksanaannya, kodefikasi tidak hanya mencakup diagnosis menggunakan ICD-10, tetapi juga tindakan medis menggunakan International Classification of Procedures, Ninth Revision, Clinical Modification (ICD-9-CM). Pelaksanaan kodefikasi tindakan medis perlu didukung oleh petugas yang kompeten, sistem informasi, prosedur kerja, serta dukungan dari lingkungan kerja. Berdasarkan hasil observasi di Unit Koding Instalasi Rekam Medis RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, ditemukan bahwa kodefikasi tindakan medis berdasarkan ICD-9-CM belum terlaksana secara rutin. Kegiatan ini bertujuan menganalisis faktor yang berkaitan dengan kondisi tersebut berdasarkan teori Lawrence Green, meliputi faktor predisposisi, pemungkin, dan penguat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor predisposisi berupa pendidikan dan pengetahuan bukan menjadi hambatan utama karena petugas memiliki pendidikan yang sesuai dan memahami dasar kodefikasi tindakan medis. Faktor pemungkin menjadi faktor yang memengaruhi karena belum tersedia pelatihan khusus ICD 9 CM, fitur dan akses sistem bagi petugas koding untuk melakukan kodefikasi tindakan medis, serta SPO khusus kodefikasi tindakan medis. Faktor penguat juga memengaruhi karena evaluasi belum mencakup kodefikasi tindakan medis secara khusus, belum terdapat reward dan punishment, serta petugas memiliki tugas lain di luar kegiatan koding. Berdasarkan hasil tersebut, belum terlaksananya kodefikasi tindakan medis berdasarkan ICD 9 CM lebih berkaitan dengan faktor pemungkin dan faktor penguat dibandingkan faktor predisposisi. Upaya yang disarankan meliputi pelatihan khusus ICD 9 CM, penyesuaian sistem informasi, penyusunan SPO, evaluasi berkala, dan peninjauan pembagian tugas petugas koding untuk mendukung pelaksanaan kodefikasi tindakan medis.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | Kodefikasi Tindakan Medis Manajemen Informasi Kesehatan | ||||||
| Subjects: | 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 351 - Kesehatan Masyarakat 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 353 - Kebijakan Kesehatan (dan Analis Kesehatan) 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > Sistem Informasi Kesehatan |
||||||
| Divisions: | Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Manajemen Informasi Kesehatan > PKL | ||||||
| Depositing User: | Alfiani Putri Fitria | ||||||
| Date Deposited: | 28 Oct 2026 07:34 | ||||||
| Last Modified: | 28 Oct 2026 07:36 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/60925 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
