Widia, Mediana Widia (2026) Analisis Penerapan Fungsi Manajemen pada Unit Promosi Kesehatan dalam Program Pembinaan Posyandu di Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (182kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (317kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (395kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Magang Manajemen Promosi Kesehatan dilaksanakan selama lima minggu, mulai tanggal 29 Juni sampai dengan 1 Agustus 2026 di Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta. Tujuan umum pelaksanaan magang ini adalah memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam memahami penerapan fungsi manajemen pada penyelenggaraan program kesehatan di Puskesmas serta mengembangkan kemampuan analisis dan keterampilan profesional sesuai bidang Promosi Kesehatan. Tujuan khusus magang ini meliputi mendeskripsikan penerapan fungsi manajemen pada Program Pembinaan Posyandu, mengidentifikasi proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian program, berpartisipasi dalam kegiatan pembinaan Posyandu bersama Tim Daerah Binaan (Darbin), mengamati pembinaan partisipasi masyarakat sebagai ruang lingkup Unit Promosi Kesehatan, serta menganalisis hambatan yang ditemukan dan menyusun rekomendasi untuk mendukung peningkatan kualitas pelaksanaan program. Program Pembinaan Posyandu merupakan salah satu program wajib Puskesmas sebagai implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) yang bertujuan meningkatkan mutu penyelenggaraan Posyandu melalui pembinaan kader, pemantauan pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup, serta pemberdayaan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, Puskesmas Jetis melakukan pembinaan secara rutin setiap bulan pada 36 Posyandu yang tersebar di tiga kelurahan, yaitu Bumijo, Gowongan, dan Cokrodiningratan. Kegiatan pembinaan dilakukan oleh Tim Daerah Binaan (Darbin) yang terdiri atas tenaga kesehatan lintas profesi sesuai pembagian wilayah kerja. vi Pelaksanaan Program Pembinaan Posyandu menerapkan fungsi manajemen yang meliputi planning, organizing, actuating, dan controlling. Tahap perencanaan dilakukan melalui penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK), penetapan sasaran, jadwal kegiatan, serta penyusunan instrumen pembinaan. Tahap pengorganisasian dilaksanakan melalui pembentukan Tim Darbin dan pembagian tugas sesuai kompetensi masing-masing petugas. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan pendampingan kader, observasi penyelenggaraan Posyandu, pembinaan langsung di lapangan, serta koordinasi lintas program. Sementara itu, tahap pengendalian dilakukan melalui monitoring menggunakan instrumen pembinaan, evaluasi hasil kegiatan, pelaporan kepada Dinas Kesehatan, dan pembahasan pada kegiatan Lokakarya Mini sebagai dasar tindak lanjut perbaikan program. Hasil monitoring menunjukkan bahwa sebagian besar Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Jetis telah memenuhi indikator utama penyelenggaraan Posyandu. Seluruh Posyandu juga telah memiliki alat antropometri, meskipun ketersediaan beberapa sarana pendukung seperti tensimeter dan termometer masih belum merata. Selain itu, hasil monitoring partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa kelompok bayi dan balita memiliki tingkat partisipasi tertinggi, sedangkan kelompok remaja dan dewasa masih memiliki tingkat kehadiran yang rendah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masih diperlukan upaya promosi kesehatan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai Posyandu Integrasi Layanan Primer serta mendorong partisipasi seluruh kelompok sasaran. Secara umum, penerapan fungsi manajemen pada Program Pembinaan Posyandu di Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta telah berjalan dengan baik dan mendukung pelaksanaan pembinaan secara terstruktur serta berkesinambungan. Namun demikian, masih diperlukan penguatan promosi kesehatan, peningkatan pemberdayaan kader, pemenuhan sarana pendukung Posyandu, serta inovasi media Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) agar kualitas penyelenggaraan Posyandu dan partisipasi masyarakat dapat terus ditingkatkan.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | Fungsi Manajemen, Promosi Kesehatan, Pembinaan Posyandu, Puskesmas, POAC, Partisipasi Masyarakat. | ||||||
| Subjects: | 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 351 - Kesehatan Masyarakat 340 - Rumpun Ilmu Kesehatan > 350 - Ilmu Kesehatan Umum > 357 - Promosi Kesehatan |
||||||
| Divisions: | Jurusan Kesehatan > Prodi D4 Promosi Kesehatan > PKL | ||||||
| Depositing User: | Mediana Widia Putri | ||||||
| Date Deposited: | 13 Oct 2026 07:30 | ||||||
| Last Modified: | 13 Oct 2026 07:31 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/60728 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
