Aulia, Jamilah Iva (2026) Pengaruh Lama Pengeringan Alami Solar Dryer Terhadap Biji Kopi Robusta (Coffea canephora) Klon Tugusari. Diploma thesis, Politeknik Negeri Jember.
|
Text (Ringkasan)
Ringkasan..pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (413kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan...pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (350kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka...pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (374kB) |
|
|
Text (Lporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Kopi robusta (Coffea canephora) merupakan komoditas perkebunan penting yang mutu fisiknya sangat dipengaruhi oleh proses pascapanen, terutama tahap pengeringan. Kadar air dan susut bobot menjadi parameter utama dalam menentukan kualitas green bean serta kesesuaiannya dengan Standar Nasional Indonesia (SNI 01-2907-2008). Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pengeringan alami menggunakan solar dryer terhadap biji kopi robusta klon Tugusari. Kegiatan tugas akhir ini dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober tahun 2025 dengan bahan baku kopi robusta klon Tugusari yang dipanen dari wilayah Jember. Proses pengolahan dilakukan melalui tahapan panen, sortasi, pulping, fermentasi ±3 hari, pencucian, dan pengeringan menggunakan solar dryer. Perlakuan yang diuji adalah lama pengeringan selama 3 hari, 4 hari, 5 hari, dan 6 hari. Parameter yang diamati adalah bobot akhir dengan menganalisis menggunakan metode data pengamatan diskriptif untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap parameter yang diamati. Hasil tugas akhir menunjukkan bahwa lama pengeringan alami selama 3 hari, 4 hari, 5 hari, dan 6 hari memberikan rata-rata berat biji kopi setelah proses pengeringan berturut-turut sebesar 647,4 g pada P1, 647,2 g pada P2, 647,0 g pada P3, dan 652,6 g pada P4. Setelah dilakukan proses huller, rata-rata bobot akhir berubah menjadi 579,5 g pada P1, 579,2 g pada P2, 573,7 g pada P3, dan 581,2 g pada P4. Berdasarkan hasil tersebut, proses pengeringan menggunakan solar dryer mampu menciptakan kondisi pengeringan yang relatif stabil, dengan suhu berkisar antara 38–46°C dan kelembapan udara sebesar 21–67%, sehingga mendukung proses penguapan air secara bertahap. Rata-rata bobot akhir yang dihasilkan sebesar 8,6% menunjukkan bahwa proses pengeringan berlangsung secara efektif tanpa menyebabkan kehilangan bobot yang berlebihan. Secara keseluruhan, penggunaan solar dryer dapat dijadikan sebagai alternatif metode pengeringan biji kopi yang mampu menghasilkan green bean dengan kadar air sesuai standar mutu serta menjaga kualitas fisik hasil pengeringan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | kopi arabika, kopi liberika, pengeringan secara alami menggunakan sinar matahari, roasting kopi | ||||||
| Subjects: | 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 153 - Ilmu Hama dan Penyakit Tanaman 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 154 - Budidaya Pertanian dan Perkebunan 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 155 - Perkebunan |
||||||
| Divisions: | Jurusan Produksi Pertanian > Prodi D3 Produksi Tanaman Perkebunan > Tugas Akhir | ||||||
| Depositing User: | Jamilah Iva Aulia | ||||||
| Date Deposited: | 14 Aug 2026 04:47 | ||||||
| Last Modified: | 14 Aug 2026 04:48 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/59700 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
