Teknik Pemangkasan Tanaman Teh (Camelia sinensis L.) di PT Bali Cahaya Amerta di Kebun Mayungan

Dhani, Ahmad (2026) Teknik Pemangkasan Tanaman Teh (Camelia sinensis L.) di PT Bali Cahaya Amerta di Kebun Mayungan. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (120kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (87kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Puataka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (124kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Magang merupakan persyaratan kelulusan bagi mahasiswa Politeknik Negeri Jember yang dilaksanakan pada akhir semester VIII (Delapan). Kegiatan magang bertujuan untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan, keterampilan, serta pengalaman kerja bagi mahasiswa mengenai kegiatan yang ada dalam dunia industri pertanian. Pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan magang mahasiswa dapat mengetahui perawatan tanaman teh hingga menjadi produk teh. Kegiatan magang dilaksanakan selama 4 bulan dimulai pada tanggal 02 Februari – 29 Mei 2026 di PT Bali Cahaya Amerta di Desa Mayungan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan, pengetahuan, serta pengalaman mahasiswa, maka dilakukan metode pelaksanaan dalam magang yaitu observasi, praktik secara langsung, demontrasi, dokumentasi, studi pustaka, wawancara, dokumentasi kegiatan, dan penyusunan laporan. Teknik pemanenan teh menggunakan mesin Sanghyang Dongli. Mesin ini digunakan untuk meningkatkan efisiensi pemetikan, mempercepat proses panen, dan mengurangi kebutuhan tenaga kerja. Pengoperasiannya dilakukan oleh dua orang operator yang mengendalikan mesin agar pemotongan pucuk berlangsung merata. Produktivitas mesin dapat mencapai sekitar 40–60 kg pucuk teh per jam, sehingga jauh lebih efisien dibandingkan pemetikan manual. Penggunaan mesin Sanghyang memiliki beberapa kelebihan, antara lain meningkatkan kapasitas kerja, menghemat tenaga kerja, mempercepat proses panen, dan menghasilkan bidang petik yang relatif seragam. Namun, mesin ini juga memiliki kelemahan karena hasil petik kurang selektif dibandingkan pemetikan manual serta memerlukan kondisi bidang petik yang rata dan bebas gulma agar dapat bekerja optimal.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorRahmawati, RahmawatiNIDN0002058407
Uncontrolled Keywords: Mesin,Pemanenan,Tanaman Teh
Subjects: 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 154 - Budidaya Pertanian dan Perkebunan
140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 155 - Perkebunan
140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 160 - Teknologi dalam Ilmu Tanaman > 167 - Teknologi Perkebunan
Divisions: Jurusan Produksi Pertanian > Prodi D4 Budidaya Tanaman Perkebunan > PKL
Depositing User: Ahmad Dhani
Date Deposited: 06 Aug 2026 00:39
Last Modified: 06 Aug 2026 04:31
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/59290

Actions (login required)

View Item View Item