Sistem Pembajakan Secara Mekanis pada Lahan Tebu (Saccharum officinarum L.) di PG Kebon Agung

Nawawi, Ilham (2026) Sistem Pembajakan Secara Mekanis pada Lahan Tebu (Saccharum officinarum L.) di PG Kebon Agung. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (366kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (392kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (367kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Laporan Akhir Magang Ilham Ahmad Nawawi.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Magang yang dilaksanakan di PG KEBON AGUNG MALANG merupakan perusahaan tebu yang berada di Kabupaten Malang, Kegiata magang ini dilaksanakan mulai tanggal 2 Februari sampai dengan 31 Mei 2026. Tujuan dilaksanakannya kegiatan magang yaitu agar mahasiswa dilatih untuk mengerjakan pekerjaan lapang sekaligus memantapkan keterampilan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan teknis mengenai budidaya tanaman tebu dengan baik, serta menambah wawasan tentang beberapa varietas tanaman tebu yang masih asing di kalangan petani. Mahasiswa juga diharapkan dapat mengenal berbagai teknik budidaya tebu. Harapannya, ilmu yang diperoleh selama kegiatan magang dapat menjadi bekal untuk ke depannya. Dalam kegiatan budidaya tanaman tebu terdapat kegiatan pembajakan, Pembajakan di PG Kebon Agung terdapat beberapa tahana, yaitu Bajak I dan Bajak II. Bajak I bertujuan untuk membongkar sisa-sisa tanaman ratoon, menggemburkan tanah, serta memperbaiki struktur tanah agar akar tanaman dapat berkembang dengan baik. Selanjutnya, Bajak II dilakukan untuk menghancurkan bongkahan tanah yang masih kasar sehingga kondisi tanah menjadi lebih halus dan merata. Tanah yang gembur mampu memperbaiki aerasi serta meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air sehingga pertumbuhan tanaman tebu pada fase awal menjadi lebih optimal. Selain memperbaiki kondisi fisik tanah, sistem pembajakan mekanis juga memberikan keuntungan dalam efisiensi tenaga kerja dan waktu pelaksanaan. Penggunaan traktor dapat mempercepat proses pengolahan lahan dibandingkan pengolahan manual yang membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar. Dengan waktu pengolahan yang lebih singkat, proses penanaman dapat dilakukan tepat waktu sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lebih seragam dan produktivitas tanaman dapat meningkat. RINGKASAN vi Setelah proses pembajakan selesai, kegiatan pengolahan lahan dilanjutkan dengan pembuatan kairan. Pembuatan kairan menggunakan implement furrower bertujuan membentuk alur tanam yang seragam sehingga mempermudah kegiatan penanaman, pemupukan, dan pemeliharaan tanaman. Selain itu, jarak antar pokok yang tepat dapat mendukung pertumbuhan tanaman agar memperoleh ruang tumbuh yang optimal dan memudahkan dalam perawatan kedepannya

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorTaufika, RamadhanNIDN0001049105
Uncontrolled Keywords: Bajak, Traktor, Pengolahan Lahan
Subjects: 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 151 - Ilmu Tanah
140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 154 - Budidaya Pertanian dan Perkebunan
140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 155 - Perkebunan
Divisions: Jurusan Teknologi Informasi > Prodi D3 Teknik Komputer > PKL
Depositing User: Ilham Ahmad Nawawi
Date Deposited: 16 Jul 2026 03:14
Last Modified: 16 Jul 2026 03:15
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/58053

Actions (login required)

View Item View Item