Teknik Produksi Benih Melon (Cucumis melo L.) MN 5.7.1.1 Sebagai Perbanyakan Tetua Induk Betina di CV. Aura Seed Indonesia

Rahayu, Minarsih Esti (2026) Teknik Produksi Benih Melon (Cucumis melo L.) MN 5.7.1.1 Sebagai Perbanyakan Tetua Induk Betina di CV. Aura Seed Indonesia. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (RINGKASAN)
RINGKASAN.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (126kB)
[img] Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
BAB 1 PENDAHULUAN.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (145kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (156kB)
[img] Text (LAPORAN LENGKAP)
LAPORAM LENGKAP.pdf - Submitted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Selama magang di CV. Aura Seed Indonesia, penulis mempelajari secara langsung proses produksi benih melon (Cucumis melo L.) mulai dari persiapan lahan hingga pengendalian mutu benih. Tahap awal meliputi seleksi lahan dengan memperhatikan riwayat penggunaan lahan dan penerapan isolasi jarak maupun waktu untuk menjaga kemurnian genetik benih. Lahan kemudian diolah menggunakan metode minimum tillage dan dibuat bedengan sistem double row berukuran lebar 1 m dan panjang 10 m. Sebelum tanam, dilakukan pemupukan dasar menggunakan pupuk N, P, dan K dengan perbandingan 2:1:½ serta pupuk kandang sebanyak 25 kg per bedengan. Bedengan selanjutnya ditutup menggunakan mulsa plastik hitam perak dan dibuat lubang tanam dengan jarak tanam 40 × 50 cm. Kegiatan pembibitan diawali dengan pemeraman benih menggunakan kertas lembap dalam germinator bersuhu sekitar 30°C selama 72 jam hingga berkecambah. Benih kemudian disemai pada media campuran tanah dan kompos (1:1) dalam baby bag. Bibit yang berumur sekitar 7 hari dan tumbuh seragam dipindahkan ke lahan produksi pada sore hari untuk mengurangi stres akibat suhu tinggi. Sebelum transplanting, bedengan disiram terlebih dahulu agar kelembapan tanah tetap terjaga dan mendukung adaptasi bibit setelah tanam. Selama pertumbuhan tanaman dilakukan berbagai kegiatan pemeliharaan, seperti penyulaman, pengairan, pemasangan ajir bambu sepanjang 150–180 cm, perambatan, pewiwilan, serta pemupukan susulan. Pemupukan dilakukan menggunakan pupuk NPK 16:16:16 dengan konsentrasi 250 gram per 10 liter air. Pada fase vegetatif diberikan sebanyak 25 ml per tanaman, sedangkan pada fase generatif dosis ditingkatkan menjadi 50 ml per tanaman. Selain itu, dilakukan pengendalian hama dan penyakit secara rutin menggunakan pestisida yang disesuaikan dengan jenis organisme pengganggu tanaman yang ditemukan di lapangan. Dalam produksi benih, kegiatan roguing menjadi tahapan penting untuk menjaga kemurnian varietas. Roguing dilakukan dengan menyeleksi dan membuang tanaman yang memiliki karakter menyimpang dari deskripsi varietas. Berdasarkan data perusahaan, tingkat penyimpangan tanaman yang ditemukan hanya sebesar 1,5%, masih berada di bawah batas maksimum standar sertifikasi benih nasional yaitu 2,0%. Secara keseluruhan, kegiatan magang memberikan pengalaman praktis mengenai teknik produksi benih melon, mulai dari persiapan lahan, pembibitan, pemeliharaan tanaman, hingga pengawasan mutu benih sesuai standar industri perbenihan.

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorBintoro, M.NIDN0005106206
Uncontrolled Keywords: Teknik Produksi Benih Melon (Cucumis melo L.) MN 5.7.1.1 Sebagai Perbanyakan Tetua Induk Betina
Subjects: 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 154 - Budidaya Pertanian dan Perkebunan
Divisions: Jurusan Produksi Pertanian > Prodi D4 Teknik Produksi Benih > PKL
Depositing User: Minarsih Esti Rahayu
Date Deposited: 13 Jul 2026 02:12
Last Modified: 14 Jul 2026 07:13
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/57761

Actions (login required)

View Item View Item