Aplikasi Herbisida Berbahan Aktif Atrazin Dan Mesotrion Untuk Mengendalikan Gulma Pada Budidaya Jagung Manis Di Training Center DGW Bali

Safitri, Tria Indah (2026) Aplikasi Herbisida Berbahan Aktif Atrazin Dan Mesotrion Untuk Mengendalikan Gulma Pada Budidaya Jagung Manis Di Training Center DGW Bali. [Experiment] (Unpublished)

[img] Text (Ringkasan)
Ringkasan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (193kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
BAB 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (227kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (201kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Kegiatan PKL ini dilaksanakan PT Delta Giri Wacana (DGW) tepatnya di lahan Training Center Fertilizer Bali selama 900 jam atau kurang lebih 4 bulan yaitu dilaksanakan pada bulan Januari 2026 – April 2026. Training Center Fertilizer Bali merupakan tempat pelatihan yang berlokasi di Jalan Raya Singaraja Denpasar, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali 81161 dengan luas keseluruhan sebesar 4.000 m2. Kegiatan praktik kerja lapang (PKL) yang dilakukan di lahan Training Center Bali ini yaitu dengan mengadakan teknik budidaya tanaman jagung manis. Budidaya tanaman jagung manis dengan luasan sebesar 300 m2, dosis anjuran yang digunakan yaitu 1,5 l/ha – 2,5 l/ha atau setara dengan 70 ml/300 m2. Untuk penyemprotan gulma dilakukan sebanyak dua kali pada saat tanaman jagung manis berumur 21 HST dan 42 HST. Penyemprotan herbisida dilakukan pada saat pagi hari yaitu pukul 07.00 – 09.00, hal ini dikarenakan pada saat dilakukan penyemprotan pagi hari kondisi lingkungan masih mendukung efektivitas dari herbisida. Gulma yang berada pada lahan budidaya tanaman jagung manis seperti gulma feverfew (Tanacetum parthenium), calincing (Oxalis latifolia), belulang (Eleusine indica), rumput grinting (Cynodon dactylon), rumput teki (Cyperus rotundus) dan menderong (Cyperus iria). Gejala keracunan gulma setelah penyemprotan mulai terlihat sekitar 3-7 hari setelah aplikasi lalu akan semakin jelas terlihat pada 1-2 minggu setelah aplikasi. Gejala awal yang terlihat yaitu daun akan mengalami gejala klorosis dimulai dari tepian daun dan daun berwarna putih dimulai dari sebagian daunnya hingga seluruh bagian daun, lalu gulma kering dan mati. Atrazin bekerja dalam menghambat proses fotosintesis gulma sedangkan mesotrion bekerja dalam menghambat pembentukan pigmen karotenoid sehingga daun gulma kehilangan warna hijau lalu berubah menjadi putih (gejala bleaching).

Item Type: Experiment
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorWardana, RudiNIDN0019028907
Uncontrolled Keywords: gulma, jagung manis, herbisida, magang
Subjects: 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 154 - Budidaya Pertanian dan Perkebunan
Divisions: Jurusan Produksi Pertanian > Prodi D4 Teknik Produksi Tanaman Pangan > PKL
Depositing User: Tria Indah Safitri
Date Deposited: 25 Jun 2026 06:54
Last Modified: 25 Jun 2026 06:54
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/56904

Actions (login required)

View Item View Item