Saputra, Muhammad Ridwan Implementasi Troubleshooting Action Dan Sequence System Pada Furnace Di Pabrik Phonska II Pt.Petrokimia Gresik. [Experiment] (Unpublished)
|
Text (Ringkasan)
Ringkasan Laporan Magang.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (160kB) |
|
|
Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Laporan Magang.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (291kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka Laporan Magang.pdf - Submitted Version Available under License Creative Commons Attribution Share Alike. Download (156kB) |
|
|
Text (Laporan Lengkap)
H432217289_MUHAMMAD RIDWAN SAPUTRA_LAPORAN MAGANG Revisi.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Sektor industri agrokimia nasional sangat bergantung pada keandalan sistem pemanas (furnace) untuk menjamin kelancaran produksi pupuk yang optimal. Furnace di Pabrik Phonska II PT Petrokimia Gresik merupakan komponen vital yang berfungsi menghasilkan udara panas untuk proses pengeringan bahan baku pupuk NPK dan Phonska. Mengingat pentingnya peran alat ini, pemahaman mendalam mengenai sistem sekuensial dan prosedur penanganan masalah (troubleshooting) menjadi sangat krusial bagi teknisi instrumentasi guna menghindari kegagalan sistem yang dapat menghentikan proses produksi. Kegiatan Magang / Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam proses kerja sequential system furnace serta mengidentifikasi langkah-langkah troubleshooting pada komponen instrumentasinya. Metode pengumpulan data dan pelaksanaan dilakukan secara langsung di lapangan melalui metode observasi alur kerja mesin, interview (wawancara) bersama operator produksi dan tim instrumentasi, serta metode simulasi seperti kalibrasi dan validasi alat. PDF Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sequential system pada furnace dikontrol secara otomatis melalui PLC dan melibatkan tiga tahapan utama, yaitu: purging (pembersihan ruang bakar selama 36 detik dengan posisi air damper terbuka 100% untuk membuang sisa gas bermasalah), pre-ignition (penyalaan api awal oleh busi/ignitor dengan kondisi air damper menutup penuh guna mencegah back fire), dan firing (penyalaan api besar kapasitas penuh setelah sensor photocell mendeteksi radiasi sinar UV dari api awal dan membuka main SOV). Sementara itu, penanganan masalah (troubleshooting) dirumuskan dalam diagram aksi (flowchart) terstruktur untuk mengatasi berbagai jenis kegagalan sistem, seperti furnace tidak dapat di-start, gagal pre-ignition, gagal purging, temperatur setpoint tidak tercapai, serta kondisi darurat safety shutdown ketika terdeteksi tekanan positif di dalam chamber. Melalui implementasi perawatan preventif yang tepat pada elemen penunjang—seperti ignition transformer, busi, flame detector, modulating actuator, dan pressure switch—keandalan operasional furnace dapat terjaga dengan efisien, aman, dan terkendali. Kata Kunci: Furnace, Sequential System, Troubleshooting, Instrumentasi, Phonska.
| Item Type: | Experiment | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Uncontrolled Keywords: | Furnace, Sequential System, Troubleshooting, Instrumentasi, Phonska | ||||||
| Subjects: | 410 - Rumpun Ilmu Teknik > 450 - Teknik Elektro dan Informatika > 464 - Teknik Mekatronika | ||||||
| Divisions: | Jurusan Teknik > Prodi D4 Teknologi Rekayasa Mekatronika > PKL | ||||||
| Depositing User: | Muhammad Ridwan Saputra | ||||||
| Date Deposited: | 26 Jun 2026 01:32 | ||||||
| Last Modified: | 26 Jun 2026 01:32 | ||||||
| URI: | https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/56632 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
