Efektivitas Bakteri Pseudomonas Fluorescens Sebagai Agens Pengendali Penyakit Antraknosa Pada Tanaman Edamame (Glycine Max (L). Merril) Secara In Vivo Dan In Vitro

Maghfiroh, Julia (2025) Efektivitas Bakteri Pseudomonas Fluorescens Sebagai Agens Pengendali Penyakit Antraknosa Pada Tanaman Edamame (Glycine Max (L). Merril) Secara In Vivo Dan In Vitro. Undergraduate thesis, Politeknik Negeri Jember.

[img] Text (Abstract)
Abstract.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (147kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (222kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (244kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Efektivitas Bakteri Pseudomonas fluorescens Sebagai Agens Pengendali Penyakit Antraknosa Pada Tanaman Edamame (Glycine max (L). Merril) Secara In Vitro dan In Vivo, Julia Maghfiroh NIM. A42221879, Tahun 2025, Teknologi Produksi tanaman Pangan, Produksi Pertanian, Politeknik Negeri Jember, Dosen Pembimbing Trisnani Alif, S.Si., M.Sc. Tanaman edamame (Glycine max (L.) Merril) merupakan kedelai asal Jepang yang popular dan termasuk jenis tanaman kacang-kacangan berjenis sayuran (vegetable soybean) yang dipanen dalam keadaan masih segar, dan dikonsumsi dalam bentuk polong muda. Penurunan produksi tanaman edamame juga disebabkan oleh berbagai faktor, terutama serangan hama dan penyakit. salah satu penyakit utama yang menyerang tanaman edamame adalah antraknosa (Colletroticum truncatum) yang dapat menyebabkan kerugian mencapai 30-50% dan dapat mencapai 100% pada kondisi yang sangat parah, sehingga berdampak pada penurunan produksi dan kualitas tanaman tersebut. Petani pada umumnya mengendalikan penyakit ini dengan penggunaan fungisida kimia secara terus-menerus. Namun. Penggunaan fungisida secara berulang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, seperti pencemaran tanah dan air, gangguan pada rantai makanan serta keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pengendalian yang lebih ramah lingkungan, misalnya dengan memanfaatkan bakteri antagonis seperti Pseudomonas fluorescens sebagai pengganti fungisida kima. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh agens hayati bakteri Pseudomonas fluorescens efektif menghambat pertumbuhan patogen C. truncatum pada tanaman edamame secara in vitro dan in vivo dan hasil produksi tanaman edamame. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai November 2025 di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan lahan didesa Kebonsari, Kabupaten Jember. Terdapat 2 tahapan dalam penelitian yang pertama uji daya hambat dan pengendalian agens hayati dilapang. Variabel pengamatan meliputi: persentase daya hambat, kejadian penyakit, intensitas serangan, tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, trifoliat daun, jumlah polong per sampel, berat polong per sampel. Uji antagonis menunjukkan bahwa isolat bakteri Pseudomonas fluorescens mampu menghambat pertumbuhan patogen Colletotrichum truncatum, dengan tingkat efektivitas yang berbeda-beda sesuai dengan perlakuan yang diberikan. Persentase penghambatan tertinggi diperoleh pada perlakuan P3, yaitu sebesar 25,96%, sedangkan pada perlakuan P1 dan P2 masing-masing sebesar 20,08% dan 22,66%. Sedangkan hasil uji lapangan menunjukkan adanya perbedaan pada variabel berat polong, di mana perlakuan Pseudomonas fluorescens menghasilkan berat polong sebesar 82,2 g, lebih tinggi dibandingkan perlakuan fungisida berbahan aktif mankozeb 83% yang mencapai 68,5 g, serta tinggi tanaman pada 42 HST juga berbeda nyata. Kejadian penyakit dan intensitas serangan pada P. fluorescens masing-masing sebesar 28,3% dan 6,75%, sedangkan pada mankozeb sebesar 27,5% dan 5,28%. Jumlah polong masing-masing perlakuan 34,3 dan 33,0 buah, dengan jumlah cabang produktif sama yaitu 5 cabang serta trifoliat daun sama 6 helai. Secara statistik, selain berat polong, seluruh variabel tidak berbeda nyata. Penelitian menunjukkan bahwa P. fluorescens berpotensi sebagai agens biokontrol ramah lingkungan yang mampu meningkatkan hasil edamame meskipun tidak berbeda nyata dalam menekan penyakit antraknosa.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorAlif, TrisnaniNIDN0716109301
Uncontrolled Keywords: Penyakit Antraknosa, Bakteri Pseudomonas fluorescens, Tanaman Edamame
Subjects: 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 153 - Ilmu Hama dan Penyakit Tanaman
140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 154 - Budidaya Pertanian dan Perkebunan
Divisions: Jurusan Produksi Pertanian > Prodi D4 Teknik Produksi Tanaman Pangan > Tugas Akhir
Depositing User: Julia Maghfiroh
Date Deposited: 04 Jun 2026 08:41
Last Modified: 04 Jun 2026 08:41
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/56045

Actions (login required)

View Item View Item