Pengaruh Teknologi BASISCROP terhadap Sifat Fisik Tanah, Kandungan C-Organik Tanah, dan Populasi Mikroorganisme pada Lahan Tebu

Melia, Maura Anne (2026) Pengaruh Teknologi BASISCROP terhadap Sifat Fisik Tanah, Kandungan C-Organik Tanah, dan Populasi Mikroorganisme pada Lahan Tebu. Undergraduate thesis, Politeknik Negeri Jember.

[img] Text (Abstract)
Abstract.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (149kB)
[img] Text (Bab 1 Pendahuluan)
Bab 1 Pendahuluan.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (153kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution Share Alike.

Download (166kB)
[img] Text (Laporan Lengkap)
Laporan Lengkap.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh teknologi BASISCROP paket teknologi berbasis mikroba yang mengintegrasikan blotong, asam amino, dan pupuk BC (PGPR) terhadap sifat fisik tanah, kandungan C-organik, serta total populasi mikroorganisme pada lahan tebu di UD Jaya Makmur, Kaliwates, Jember, periode Juni 2024–Mei 2025. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan tiga perlakuan: A1 (100% pupuk kimia sebagai kontrol), A2 (50% pupuk kimia + 50% BASISCROP), dan A3 (30% pupuk kimia + 70% BASISCROP). Hasil menunjukkan bahwa aplikasi teknologi BASISCROP pada A2 dan A3 secara signifikan memperbaiki sifat fisik tanah, ditandai dengan warna tanah yang lebih gelap, suhu lebih stabil, tekstur yang konsisten (kelas clay), serta kemantapan agregat yang lebih tinggi dibandingkan A1. Kandungan C-organik tanah pada A2 dan A3 cenderung lebih stabil meskipun mengalami fluktuasi akibat priming effect dan penambahan mulsa pasca-klentek. Populasi mikroorganisme tanah (TPC) pada A2 mencapai nilai tertinggi dan paling konsisten (hingga 1,5 × 10⁶ CFU/g), sedangkan A1 mengalami penurunan drastis hingga <10⁵ CFU/g akibat keterbatasan substrat organik. Kesimpulan penelitian adalah teknologi BASISCROP, khususnya pada kombinasi 50% pupuk kimia dan 50% pupuk organik (A2), paling efektif dalam meningkatkan dan mempertahankan kesuburan fisik, kimia, serta biologis tanah lahan tebu secara berkelanjutan. Penelitian lanjutan dalam beberapa siklus tanam diperlukan untuk mengkonfirmasi efek jangka panjang.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK
Thesis advisorIrawan, Triono BambangNIDN0001116110
Uncontrolled Keywords: teknologi BASISCROP, fisik tanah, C-organik, mikroorganisme tanah, lahan tebu, biologis tanah.
Subjects: 140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 151 - Ilmu Tanah
140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 154 - Budidaya Pertanian dan Perkebunan
140 - Rumpun Ilmu Tanaman > 150 - Ilmu Pertanian dan Perkebunan > 155 - Perkebunan
Divisions: Jurusan Produksi Pertanian > Prodi D4 Budidaya Tanaman Perkebunan > Tugas Akhir
Depositing User: Maura Anne Melia
Date Deposited: 28 Apr 2026 03:23
Last Modified: 28 Apr 2026 03:23
URI: https://sipora.polije.ac.id/id/eprint/55681

Actions (login required)

View Item View Item